Minggu, 26 Jul 2026 11:25 WIB

Pusat Oleh-oleh Jombang Nasibmu Kini

Pusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepi (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepi (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kondisi Pasar Ngrawan, yang kini berubah menjadi tempat Pusat Oleh-oleh Kabupaten Jombang, kini kondisinya memprihatinkan. Sejak diresmikan bupati, pusat oleh-oleh tersebut kini sepi pedagang maupun pengunjung.

Dari penelusuran jatimnow.com, di lokasi tersebut hanya ada tiga pedagang yang buka. Padahal di lokasi ada sekitar 120 lapak.

Baca Juga: Seminggu di Kota Probolinggo 2026 Prioritaskan UMKM dan PKL Lokal

Kini lapak pedagang kosong. Bahkan, lapak terlihat berdebu tidak pernah dipergunakan. Selain itu, kios-kios juga tertutup rapat. Bagian toilet umum juga tampak tidak terawat dengan baik.

Mamik, salah satu pedagang mengaku ia sudah berjualan sejak Pusat Oleh-oleh Jombang ini diresmikan tahun lalu oleh bupati.

"Pada saat diresmikan lapak pedagang ini penuh. Ada 120 lapak di sini itu semuanya penuh. Bahkan ada yang berebut untuk berjualan," ungkap Mamik, Senin (19/9/2022).

Dia menyebut, pasca diresmikan bupati, kondisi Pusat Oleh-oleh Jombang sempat ramai hingga tiga bulan. Selanjutnya para pedagang mulai meninggalkan lapak masing-masing.

"Ya karena sepi itu jadi pergi semua. Dulunya berebut lapak sekarang tidak ada yang mau menempati," tegasnya.

Pusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepiPusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepi

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Saat ditanya bagaimana perkembangan penjualan di lapaknya, dia mengaku untuk berjualan di lokasi yang sepi, dibutuhkan kesabaran ekstra.

"Harus ekstra sabar, ya terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Paling banyak ya dapat Rp50 ribu sehari saya buka warung ini," bebernya.

Hal senada diungkapkan Eny, salah satu pedagang di Pusat Oleh-oleh Jombang. Menurut Eny, ia sengaja bertahan lantaran sudah memiliki pelanggan.

"Alhamdullilah saya ada pelanggan tetap. Jadi ya disyukuri saja. Memang kalau di sini sepi pembelinya," pungkasnya.

Baca Juga: Meriahnya PetroNite Fest 2026, Harmoni Seni, Hiburan dan Ekonomi Kerakyatan

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Hari Oetomo mengakui jika banyak keluhan dari para pedagang.

"Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Sehingga akhirnya, para pedagang memilih untuk tidak melanjutkan berjualan. Ya karena memang fasilitas pendukungnya kurang jadi masih kurang diminati," terang Hari.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan OPD terkait dan melakukan kajian. Sehingga ke depannya, pusat oleh-oleh ini nantinya diberi tambahan fasilitas.

"Seperti nanti ada tambahan tempat bermain," pungkas Hari.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.