Rabu, 10 Jun 2026 20:16 WIB

Pusat Oleh-oleh Jombang Nasibmu Kini

Pusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepi (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepi (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kondisi Pasar Ngrawan, yang kini berubah menjadi tempat Pusat Oleh-oleh Kabupaten Jombang, kini kondisinya memprihatinkan. Sejak diresmikan bupati, pusat oleh-oleh tersebut kini sepi pedagang maupun pengunjung.

Dari penelusuran jatimnow.com, di lokasi tersebut hanya ada tiga pedagang yang buka. Padahal di lokasi ada sekitar 120 lapak.

Baca Juga: Gerai UMKM Segera Dibangun di Kawasan Gereja Merah Probolinggo

Kini lapak pedagang kosong. Bahkan, lapak terlihat berdebu tidak pernah dipergunakan. Selain itu, kios-kios juga tertutup rapat. Bagian toilet umum juga tampak tidak terawat dengan baik.

Mamik, salah satu pedagang mengaku ia sudah berjualan sejak Pusat Oleh-oleh Jombang ini diresmikan tahun lalu oleh bupati.

"Pada saat diresmikan lapak pedagang ini penuh. Ada 120 lapak di sini itu semuanya penuh. Bahkan ada yang berebut untuk berjualan," ungkap Mamik, Senin (19/9/2022).

Dia menyebut, pasca diresmikan bupati, kondisi Pusat Oleh-oleh Jombang sempat ramai hingga tiga bulan. Selanjutnya para pedagang mulai meninggalkan lapak masing-masing.

"Ya karena sepi itu jadi pergi semua. Dulunya berebut lapak sekarang tidak ada yang mau menempati," tegasnya.

Pusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepiPusat Oleh-oleh Jombang yang kini kondisinya sepi

Baca Juga: Modal Usaha ACC Danaku Dongkrak Omzet Kuliner di Surabaya

Saat ditanya bagaimana perkembangan penjualan di lapaknya, dia mengaku untuk berjualan di lokasi yang sepi, dibutuhkan kesabaran ekstra.

"Harus ekstra sabar, ya terkadang tidak mendapat pemasukan sama sekali. Paling banyak ya dapat Rp50 ribu sehari saya buka warung ini," bebernya.

Hal senada diungkapkan Eny, salah satu pedagang di Pusat Oleh-oleh Jombang. Menurut Eny, ia sengaja bertahan lantaran sudah memiliki pelanggan.

"Alhamdullilah saya ada pelanggan tetap. Jadi ya disyukuri saja. Memang kalau di sini sepi pembelinya," pungkasnya.

Baca Juga: Dihadiri Ribuan Pengunjung, Event Karnaval SCTV 2026 Berdampak ke UMKM Jember

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Hari Oetomo mengakui jika banyak keluhan dari para pedagang.

"Para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Sehingga akhirnya, para pedagang memilih untuk tidak melanjutkan berjualan. Ya karena memang fasilitas pendukungnya kurang jadi masih kurang diminati," terang Hari.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan OPD terkait dan melakukan kajian. Sehingga ke depannya, pusat oleh-oleh ini nantinya diberi tambahan fasilitas.

"Seperti nanti ada tambahan tempat bermain," pungkas Hari.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.