Kamis, 11 Jun 2026 11:43 WIB

Pot Estetik Berbahan Galon Bekas, Sumber Cuan Pria Jombang

Jatayu saat melihatkan koleksi pot bunga dari galon bekas, yang memiliki nilai jual tinggi. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Jatayu saat melihatkan koleksi pot bunga dari galon bekas, yang memiliki nilai jual tinggi. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Jatayu Adi Kusuma (40) warga Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, mampu mengolah sampah bekas menjadi barang bernilai jual tinggi. Ia melukis galon bekas untuk dijadikan pot tanaman. Jatayu pun mendapat banyak cuan dari karya estetiknya itu.

Jangan heran, saat melintas di daerah RT 1 RW 1, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang, depan rumah nomor 12, akan dijumpai tumpukan galon bekas yang berjajar rapi. Dua orang pemuda tampak tengah serius mengolah galon bekas untuk dijadikan pot bunga.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Mereka tak hanya mewarnai galon dengan cat. Mereka juga melukis beragam karakter lucu untuk menambah nilai keindahan pada pot bunga.

Ya, disitulah tempat Jatayu mengolah barang bekas menjadi barang baru yang memiliki nilai jual tinggi.

Saat ditemui di rumahnya, Jatayu mengaku mendapatkan ide untuk mengolah galon bekas menjadi pot ini, lantaran khawatir dengan kian banyaknya sampah plastik di bank sampah Kelurahan Kaliwungu.

“Ide ini muncul setelah melihat banyaknya galon yang tertimbun di bank sampah Kelurahan Kaliwungu. Lalu kita berinisiatif untuk membuat pot bunga berbahan galon bekas,’’ ungkap Jatayu, Kamis (8/9/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan demi mendapatkan nilai jual yang tinggi, ia harus menambah beragam lukisan karakter unik dan lucu yang digemari anak-anak. Semisal karakter kartun dan tokoh animasi yang sedang populer di kalangan anak-anak.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Warnanya juga dipilih yang lebih ngejreng agar lebih menarik perhatian. Ini kita buat dalam berbagai jenis, mulai pot biasa, pot gantung hingga pot susun yang terdiri dari tiga jenis," paparnya.

Usai melewati proses hias, Jayatu mengaku secara otomatis harga jual pot bunga lebih meningkat. Ia mendapatkan galon bekas dengan harga yang terjangkau. Usai dihias, setiap pot mampu dijual mulai harga Rp20 hingga Rp30 ribu.

"Belinya kiloan. Setelah kita olah kemudian kita hias galon bekas, kemudian kita jual sesuai pasaran," bebernya.

Tak hanya menjadi pot tanaman, Jatayu juga membuat lampion dari galon bekas. Bentuknya hampir sama, hanya beda pemanfaatannya.

Baca Juga: Kurangi Sampah di TPA Ngipik, Pemkab Gresik Operasikan Landfill Mining

Namun paling banyak kita membuat pot," katanya.

Ia menyebut, sementara ini pesanan masih datang dari Jombang. Dan untuk pemasaran ia memanfaatkan media sosial dan informasi dari mulut ke mulut.

"Kita pasarkan secara online serta kita display dirumah agar orang-orang dilingkungan kita tahu," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.