Senin, 27 Jul 2026 19:36 WIB

Jerit Pemilik Pertashop di Banyuwangi Setelah Harga BBM Naik

Salah satu Pertashoo di Banyuwangi yang tampak lengang (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Salah satu Pertashoo di Banyuwangi yang tampak lengang (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Kenaikan harga BBM di Indonesia membuat para pemilik Pertashop menjerit. Sepinya pembeli menyebabkan mereka belum bisa mengembalikan modal sekitar Rp500 juta.

Salah satu pemilik Pertashop, AU (30) menyebut, kenaikan harga BBM justru membuat penjualannya menurun. Sebelum adanya kenaikan, penjualan BBM jenis Pertamax bisa mencapai 500 liter. Kini untuk 100 liter saja kesulitan.

Baca Juga: Tari Jaripah Banyuwangi Sambut Hangat Peserta Media Gathering Pertamina 2026

"Bahkan ada teman Pertashop itu dapat hanya Rp100 ribu. Yang beli rata-rata hanya motor. Padahal mereka menggunakan dana talangan juga. Bagaimana caranya bayar angsuran bank," ujar dia, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, terkadang mereka tidak bisa membayar pegawai. Dan pada akhirnya, pemilik sendiri yang kini menjadi pekerja.

"Modal kita bertambah dari pembelian BBM ke Pertamina, tapi keuntungan per liter dan omzet terjun bebas," tegasnya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Dia berasumsi, harga Pertalite dan Pertamax yang jauh berbeda membuat masyarakat lebih memilih Pertalite.

Selama ini, dia tidak pernah mendapatkan pelatihan ataupun perhatian dari pemerintah ataupun Pertamina. Harapannya, ada pelatihan dan upaya untuk meningkatkan penjualan BBM di Pertashop.

"Kami belum pernah ada perhatian ataupun minimal pelatihan bagaimana meningkatkan penjualan. Supaya kami ini bisa terus berkiprah. Apalagi katanya kita bisa membantu UMKM ataupun menyedot tenaga kerja. Tapi jika penjualan semakin sedikit, ya gimana," papar dia.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Belum lagi rumitnya perizinan yang banyak dikeluhkan. Mereka pun iri terhadap kios bensin dan Pertamini yang menjamur bebas tanpa izin baik dari pemerintah maupun keamanan.

"Mereka bisa menjual BBM dengan enak tanpa izin. Sementara kami mengurus juga sangat rumit," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.