Selasa, 09 Jun 2026 21:46 WIB

Jerit Pemilik Pertashop di Banyuwangi Setelah Harga BBM Naik

Salah satu Pertashoo di Banyuwangi yang tampak lengang (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)
Salah satu Pertashoo di Banyuwangi yang tampak lengang (Foto: Rony Subhan/jatimnow.com)

Banyuwangi - Kenaikan harga BBM di Indonesia membuat para pemilik Pertashop menjerit. Sepinya pembeli menyebabkan mereka belum bisa mengembalikan modal sekitar Rp500 juta.

Salah satu pemilik Pertashop, AU (30) menyebut, kenaikan harga BBM justru membuat penjualannya menurun. Sebelum adanya kenaikan, penjualan BBM jenis Pertamax bisa mencapai 500 liter. Kini untuk 100 liter saja kesulitan.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Bahkan ada teman Pertashop itu dapat hanya Rp100 ribu. Yang beli rata-rata hanya motor. Padahal mereka menggunakan dana talangan juga. Bagaimana caranya bayar angsuran bank," ujar dia, Rabu (7/9/2022).

Menurutnya, terkadang mereka tidak bisa membayar pegawai. Dan pada akhirnya, pemilik sendiri yang kini menjadi pekerja.

"Modal kita bertambah dari pembelian BBM ke Pertamina, tapi keuntungan per liter dan omzet terjun bebas," tegasnya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

Dia berasumsi, harga Pertalite dan Pertamax yang jauh berbeda membuat masyarakat lebih memilih Pertalite.

Selama ini, dia tidak pernah mendapatkan pelatihan ataupun perhatian dari pemerintah ataupun Pertamina. Harapannya, ada pelatihan dan upaya untuk meningkatkan penjualan BBM di Pertashop.

"Kami belum pernah ada perhatian ataupun minimal pelatihan bagaimana meningkatkan penjualan. Supaya kami ini bisa terus berkiprah. Apalagi katanya kita bisa membantu UMKM ataupun menyedot tenaga kerja. Tapi jika penjualan semakin sedikit, ya gimana," papar dia.

Baca Juga: Banyuwangi Jadi Pilot Project, PTPN I Tanam 10 Ribu Kelapa Genjah demi Hilirisas

Belum lagi rumitnya perizinan yang banyak dikeluhkan. Mereka pun iri terhadap kios bensin dan Pertamini yang menjamur bebas tanpa izin baik dari pemerintah maupun keamanan.

"Mereka bisa menjual BBM dengan enak tanpa izin. Sementara kami mengurus juga sangat rumit," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.