Selasa, 28 Jul 2026 03:49 WIB

Inspiratif, Pelayar Bergaji Besar Banting Setir Jadi Petani Hidroponik

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Minggu, 22 Jul 2018 19:40 WIB
Tantowi Yahya menunjukkan hasil pertaniannya.
Tantowi Yahya menunjukkan hasil pertaniannya.

jatimnow.com - Gaji besar menjadi pelayar, tak lantas membuat Tantowi Yahya (29) betah. Bahkan, warga Jalan Parang Menang, Ponorogo tersebut memilih meninggalkan segala kemewahan kapal dan banting setir menjadi petani.

Apalagi semenjak menikah, rasa ingin berdekatan dengan yang disayang semakin menggebu. Tepat empat tahun lalu, ia meninggalkan pekerjaannya sebagai pelayar.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Saya pengen bertani. Tapi ternyata lahannya sangat minim. Saya cari-cari solusi. Dapat pertanian hidroponik ini," kata Yahya saat ditemui jatimnow.com di rumahnya, Minggu (22/7/2018).

Pria 29 tahun ini pun memilih menyewa lahan tetangganya. Ia mulai menanam bayam merah, bayam hijau, sawi, selada, kangkung, semhong, dakota dan caisin.

"Selain tidak perlu lahan, yang jelas panen lebih cepat. Dan sekarang hidroponik banyak dicari konsumen," kata bapak muda ini.

Apalagi, lanjut ia, tanpa pestisida. Hal itu mulai dicari konsumen jaman now yang ingin sehat.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Waktunya juga cepat. Contohnya bayam itu kalau manual bisa sebulan sekali. Nah kalau hidroponik hanya 3 pekan," katanya.

Yahya menjelaskan, petani hidroponik banyak konsepnya. Ia sendiri menggunakan konsep Nutrien Film Technique (NFT).

NFT itu, air tidak menggenangi akar. Namun terus mengalir menggunakan pompa listrik. "Diyakini dengan itu bebas pestisida. Tanaman lebih renyah," ujarnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Ia mengklaim, untuk pemasaran tidak terlalu sulit. Ditambah sekarang ia berjualan di Jalan Suromenggolo Ponorogo saat Car Free Day (CFD).

Hasilnya pun cukup lumayan. Ia kini tak perlu bersusah payah mencari penghasilan dengan bepergian jauh, seperti saat dirinya menjadi seorang pelayar.

Reporter: Mita Kusuma
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.