Rabu, 22 Jul 2026 18:37 WIB

Ahmad Muzani: Pancasila Harus Dibangun dalam Jati Diri Santri

Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo (Foto-foto: Dok. Ricad for jatimnow.com)
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Muzani di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo (Foto-foto: Dok. Ricad for jatimnow.com)

Probolinggo - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri sosialisasi empat pilar kebangsaan di Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, Sabtu (3/9/2022).

Muzani mengatakan, sangat penting bagi santri untuk mengamalkan Pancasila. Sebab itu merupakan salah satu cara untuk menjadi pribadi yang unggul setelah lulus dengan tetap menjadi pribadi Indonesia.

Baca Juga: DPRD Kota Probolinggo Desak Terbitnya Perwali Untuk Perjelas Status Modin

"Pancasila akan kuat di tangan para santri dan kiai. Pancasila harus menjadi bagian dari kehidupan kiai dan santri yang build in (dibangun) di kesehariannya. Dengan demikian, adik-adik semua ketika lulus dari sini akan menjadi pribadi yang unggul memiliki optimisme dan berdaya saing tinggi," terang Muzani.

"Dengan demikian, Pancasila akan aman di tangan santri. Pancasila akan lebih kuat di pesantren, Pancasila akan lebih kuat di tangan orang yang berilmu," imbuhnya.

Muzani menyebut, generasi anak muda saat ini harus mengerti tentang sejarah bangsa Indonesia. Misalnya, jangan pernah meremehkan kekuatan dan semangat persatuan yang dilakukan para pemuda Indonesia ketika kongres pemuda kedua pada Tahun 1928 atau yang dikenal dengan Sumpah Pemuda.

"Jangan anggap remeh keputusan sumpah pemuda ini. Kongres pemuda yang memutuskan bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan itu adalah sebuah keputusan maju dan visioner. Yang menjadi landasan bahasa persatuan itu Bahasa Melayu. Itu bahasa yang digunakan oleh masyarakat pesisir. Bahasa dagang. Bukan bahasa mayoritas," jelasnya.

Ahmad Muzani (dua dari kiri) bersama Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad (kanan) di Ponpes Nurul Jadid ProbolinggoAhmad Muzani (dua dari kiri) bersama Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad (kanan) di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Toko Ban dan Pracangan di Jalur Pantura Paiton Probolinggo

"Tapi orang Jawa yang merupakan pengguna bahasa mayoritas tidak memaksakan diri untuk menjadikan bahasanya menjadi bahasa persatuan. Orang jawa mengalah dan akhirnya Indonesia bersatu berkat keputusan Sumpah Pemuda itu," tambah Muzani.

Muzani juga bicara mengenai pentingnya proses pembangunan yang berkelanjutan. Itu sebabnya, ke depan MPR akan membentuk panitia ad hoc yang akan merumuskan apakah penting untuk dibentuk kembali Pokok Pokok Haluan Negara (PPHN).

"Kenapa PPHN dianggap penting? Sejak tidak ada GBHN, program orientasi pembangunan dianggap sering putus antara pemimpin sebelum dan selanjutnya. Maka dengan PPHN diharapkan ada keberlanjutan," ujar dia.

Menurut Muzani, pembentukan PPHN harus betul-betul dikaji. Karena ini menyangkut dengan suksesi pembangunan negara yang berkelanjutan.

Baca Juga: Pedagang Tempe di Probolinggo Menjadi Korban Begal, Motor dan Dagangan Raib

"Sekarang Pak Jokowi sedang bangun IKN. Menurut undang-undang, kita akan pindah Ibu Kota mulai bulan Agustus 2024. Kalau Pak Jokowi selesai memimpin negara ini pada Oktober 2024, apakah IKN akan dilanjutkan? Ini masalahnya di sini. PPHN bagian dari upaya untuk terus melanjutkan program kerja pemerintah selanjutnya supaya ada kesinambungan pembangunan demi kemajuan bangsa," paparnya.

Acara ini turut dihadiri Rektor Universitas Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid; Dr. Gus Haris dari Ponpes Genggong, Waketum Gerindra Gus Irfan Yusuf Hasyim dan Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad. Ahmad Muzani sendiri merupakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.