Rabu, 22 Jul 2026 08:43 WIB

Wacana Pilkada Maju September 2024, Gerindra Jatim: Merugikan Parpol di Daerah

Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (Foto: Dok. Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (Foto: Dok. Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Ketua DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad buka suara soal wacana majunya pilkada serentak menjadi bulan September 2024.

Menurut Sadad, usulan yang disampaikan Ketua KPU RI Hasyim Asyari itu akan banyak merugikan partai politik (parpol) di daerah.

Baca Juga: Legislator Malang Dorong Pemberdayaan Generasi Muda Cegah Jeratan Narkoba

"Dalam perspektif partai di tingkat provinsi yang nanti akan terlibat dalam pilkada, tentu mempercepat pelaksanaan tidak menguntungkan," ujar Sadad, Jumat (26/8/2022).

Dia menyarankan agar usulan itu hendaknya dipikirkan ulang. Karena konstestasi pilkada serentak itu akan berkaitan dengan Pileg 2024 yang rencananya digelar Februari 2024.

Dia menyebut, bila pilkada maju di bulan September 2024, maka akan memangkas waktu dan kesiapan parpol di daerah untuk mempersiapkan tahapannya.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

"Menjadi lebih pendek misalnya untuk sosialisasi. Bulan Februari ke September artinya hanya 7 bulan," jelas Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Sementara pasca-Pileg dan Pilpres 2024 nanti, parpol di tingkat daerah juga perlu menjajaki dan mengubah strategi politik secara regional di masing-masing daerah. Karena dari perhitungan kursi, pileg nanti yang menjadi ukuran dalam pilkada.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

"Sehingga, dengan alasan itu dalam pandangan saya, usulan KPU itu tidak menguntungkan parpol di tingkat daerah," tegas Sadad.

"Kalau infrastruktur menurut saya tidak jadi persoalan, tapi yang paling krusial adalah pendeknya waktu untuk melakukan sosialisasi kandidat dan perluasan dukungan," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.