Sabtu, 06 Jun 2026 08:14 WIB

Misteri Dam Slombong Mojowarno Jombang, Buto Sering Minta Tumbal Nyawa

Dam Slombong atau biasa disebut masyarakat sebagai Dam Buto di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Dam Slombong atau biasa disebut masyarakat sebagai Dam Buto di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Bangunan pintu air peninggalan kolonial Belanda di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, menyimpan sejumlah misteri. Pintu air yang dinamakan Dam Slombong tersebut, memiliki cerita mistis.

Masyarakat meyakini adanya sejumlah peristiwa mengenaskan terjadi di Dam Slombong atau biasa dikenal warga dengan sebutan Dam Buto itu. Ini tak lepas dari sosok Buto (raksasa) yang kerap meminta tumbal manusia.

Baca Juga: Iseng Edit Foto Pocong, Tiga Remaja di Jember Diamankan Polisi

Menurut keterangan Kardi salah satu warga setempat, dam peninggalan zaman belanda itu sudah memakan puluhan korban. Sehingga warga menamai dam yang dibangun pada tahun 1911 dengan Dam Buto.

"Di salah satu bangunan tersebut ada tertempel patung kepala buto yang dulunya diambil dari Candi Arimbi," ungkap Kardi, Jumat (26/8/2022).

Selain itu Kardi menerangkan pada bagian barat bangunan dam terdapat bangunan rumah dinas penjaga dam. Bangunan itu kini tidak terawat sehingga kesan mistis sangat kental saat berada di lokasi.

Dikatakan Kardi, pemasangan patung kepala buto itu sangat sulit. Warga harus melakukan ritual khusus hanya untuk memasang patung buto yang dalam istilah arkeologi disebut patung Maha Kala.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Dulu awal pemasangan kepala buto itu tidak bisa. Setelah diangkut dengan cikar, patung itu kembali ke Candi Arimbi. Setelah masyatakat melakukan acara hajatan besar-besaran di sekitar dam. Akhirnya patung bisa tertempel di dam tersebut," paparnya.

Lebih lanjut Kardi menegaskan jika berada di sekitar lokasi, warga selalu mengingatkan siapa saja yang ada di area dam untuk selalu berhati-hati. Karena sudah banyak korban yang meninggal.

"Saya hitung sudah ada 40 orang yang meninggal di sini. Terbaru itu dua bulan yang lalu warga Mojowarno jatuh dengan sepedanya saat mencari rumput," terangnya.

Ia mengaku bangunan yang di sekitar Dam Selombong itu juga sangat angker. Terkadang masayarakat melihat bangunan tersebut sangat megah bak istana kerajaan. Padahal bangunan itu sudah rusak dan tak terawat.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Ada yang pernah mencoba masuk tapi tidak kembali," katanya.

Bahkan masyarakat sekitar juga tak jarang menjumpai seperti hantu tanpa kepala di sekitar dam tersebut. Selain itu, juga pocong yang berada di bangunan terbengkalai.

"Kalau itu cerita dari masayrakat yang pernah melihat penampakan," pungkas Kardi.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.