Minggu, 14 Jun 2026 06:43 WIB

Atasi Konflik Sosial di Jember, Khofifah Minta Perhutani Buka Data Lahan Kopi

Gubernur Jatim Khofiah Indar Parawansa.(Foto: Diskominfo Jember)
Gubernur Jatim Khofiah Indar Parawansa.(Foto: Diskominfo Jember)

Jember - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian atas konflik yang terjadi di Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, beberapa waktu lalu. Guna mengatasinya, Khofifah melakukan pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dan Pemkab Banyuwangi.

Ada beberapa hal didapat dalam pertemuan. Di antaranya persoalan kepemilikan lahan perkebunan kopi dan adanya indikasi premanisme. Permasalahan di dua desa, yakni Banyuanyar Kalibaru dan Desa Mulyorejo, dikarenakan kepemilikan lahan kebun kopi.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Maka dari itu, kami meminta kepada Kepala Perhutani Jember untuk menarik data lahan kopi di wilayah tersebut dan petanya. Agar bisa diketahui apakah masuk wilayah kehutanan sosial atau tidak," kata Khofifah di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (8/8/2022).

Jika data Perhutani bahwa lokasi tersebut masuk dalam lahan kehutanan sosial, maka Jatim akan mendapatkan 500 ribu hektare lahan yang bisa dijadikan kehutanan sosial.

"Kalau seperti itu nantinya kami terbitkan sertifikat atau HGU atau semacamnya untuk masyarakat. Sehingga persoalan ini tidak terjadi lagi," imbuhnya.

Ia meyakini permasalahan utama yakni persoalan lahan kopi. Kemudian menjadi pemicu terjadinya premanisme yang ada di wilayah tersebut.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Ini muncul adanya indikasi premanisme dan harus dihentikan. Karena pemicunya saat musim panen akan datang maka premanisme muncul," terangnya.

Dengan adanya pertemuan ini diharapkan Pemkab Banyuwangi dan Pemkab Jember segera mengambil langkah cepat agar persoalan tidak terjadi kembali.

"Selanjutnya masing-masing pemda harus segera mempersiapkan akses infrastrukturnya di sana. Sehingga memudahkan masyarakat untuk berlalu lalang, agar tidak menjadi pemicu konflik lagi," jelasnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Walaupun kondisi saat ini sudah kembali seperti biasanya, Pemprov Jatim masih akan meminta tim trauma healing untuk berada di lokasi kejadian untuk membantu pemulihan psikologis korban.

"Tim Trauma Healing masih akan ada disana terus untuk melakukan pemulihan psikologis," tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.