Sabtu, 06 Jun 2026 18:04 WIB

Nestapa SDN Brangkal 2 Jombang, Ruang Kelas Rusak Hingga Kekurangan Guru

Kondisi ruang kelas yang rusak berat.(Foto: Elok Aprianto)
Kondisi ruang kelas yang rusak berat.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Gedung perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Brangkal 2, Kecamatan Bandarkemulyo, Jombang, rusak berat. Kondisi serupa juga terjadi di dua ruang kelas lainnya.

Kepala SDN Brangkal 2 Robby Erwanto menjelaskan, kondisi rusaknya ruangan tersebut mendapat respons dari paguyuban wali siswa. Lantaran khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan, para wali siswa secara bergotong-royong menurunkan genting dari atap ruangan. Hal ini membuat para siswa belajar di tempat lain.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

"Masyarakat khawatir anak-anaknya cedera kejatuhan genteng. Karena pernah ada genteng perpustakaan yang jatuh. Untung tidak mengenai siswa," ungkap Robby, Sabtu (6/8/2022).

Untuk kondisi dindingnya masih bagus. Mengingat gedung perpustakaan baru dibangun pada 2015. Meski tergolong bangunan baru, tapi kayu di bagian atap ruangan sudah banyak yang lapuk. Atap dan gentengnya nyaris ambruk.

"Bangunan ruang kelas ini saya kurang tahu berdiri kapan. Tapi sepertinya tidak terlalu lama. Bahkan perpustakaan itu belum sempat digunakan, tapi sudah rusak," paparnya.

Pada Oktober 2021, ruang kelas 5 dan 6 memang sengaja dikosongkan. Sebab kayu penyangga di tengah atap sudah mulai terlihat turun. Untuk menghindari resiko, ruang kelas sengaja dikosongkan.

"Setelah dikosongkan, plafon ambrol pukul 8.00 WIB. Untungnya sudah kosong, jadi tidak ada korban," katanya.

Lalu pada Januari 2022, paguyuban wali siswa beserta komite sekolah bergotong-royong menurunkan genteng. Mereka tak ingin anak-anaknya yang belajar menjadi korban bangunan ambruk.

"Paguyuban sini sangat kompak. Tanpa diminta, mereka berinisiatif sendiri menurunkan genteng. Bahkan memperbaiki tembok belakang sekolah, memberi keramik dan teras rumah dinas untuk bisa dipakai belajar," bebernya.

Robyy menyebutkan, kayu penyangga di bagian tengah atap ruang perpustakaan memang berukuran kecil. Sehingga tak mampu menahan berat genteng.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Rekanannya sepertinya yang kurang sip. Perpustakaan itu masih sangat baru, itu juga sudah rapuh sekali kayunya dan cornya mengelupas," ucapnya.

Kini di SDN Brangkal 2, ruangan yang bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar yakni ruang kelas 1, 2 dan kelas 3. Sedangkan untuk jumlah total siswa SDN Brangkal 2 tidak terlalu banyak.

"Kelas 4 di rumah dinas. Kelas 5 serta 6 di bekas kelas 4, menjadi satu tanpa sekat. Untuk kelas 1 ada 8 siswa, kelas 2 ada 11 siswa dan kelas 3 ada 10 siswa. Kelas 4 ada 5 siswa, kelas 5 ada 6 siswa dan kelas 6 ada 5 siswa. Totalnya hanya 45 siswa, padahal jarak dengan SDN Brangkal 1 sangat jauh," urainya.

Sedikitnya jumlah siswa di SDN Brangkal 2 disebabkan dua faktor. Yakni, letak SDN Brangkal 2 dekat dengan MI. Selanjutnya, Dusun Sidodadi Desa Brangkal merupakan kampung KB terbaik.

Selain itu, Robby mengaku di SDN Brangkal 2 juga kekurangan tenaga pendidik. Di SDN Brangkal 2 hanya ada kepala sekolah, 1 guru PAI, 5 guru kelas, 1 pembimbing mulok keagamaan dan 1 pembimbing pendidikan diniyah.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Sedangkan untuk guru PJOK dan guru kelas 5 kosong. Untuk menyiasati hal tersebut, Robby juga ikut mengajar siswa.

"Kalau saya sedang ada kegiatan atau sibuk, diajar sama guru kelas 6. Karena kebetulan juga sekelas," ujarnya.

Saat ditanya apakah kondisi serba kekurangan sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Robby mengaku sudah mengajukan perbaikan ruang kelas dan perpustakaan.

"Kemarin sudah ada survei ke sini, dari Bappeda sepertinya. Katanya yang diperbaiki tahun ini dua ruang kelas dulu yang lebih penting," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Senen membenarkan kondisi di SDN Brangkal 2. Namun, Senen mengaku telah mengajukan rehabilitasi dengan menggunakan anggaran APBD Perubahan 2022.

"Kami rehab dua ruang kelas dulu, karena lebih penting. SDN Brangkal 2 masuk prioritas karena kondisinya memang membutuhkan segera perbaikan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.