Selasa, 28 Jul 2026 08:50 WIB

Komisi A DPRD Soroti Perizinan Pom Mini di Sidoarjo

Kebakaran pom mini di Waru, Sidoarjo pada Minggu (31/7/2022) - (Foto: Polsek Waru for jatimnow.com)
Kebakaran pom mini di Waru, Sidoarjo pada Minggu (31/7/2022) - (Foto: Polsek Waru for jatimnow.com)

Sidoarjo - Peristiwa terbakarnya mesin pom mini hingga menyebabkan korban jiwa di Sidoarjo membuat Komisi A DPRD setempat bereaksi.

Anggota Komisi A DPRD Sidoarjo, Tarkit Erdianto menyoroti izin mesin pom mini yang menjamur di wilayahnya. Menurutnya, pemkab harus menyadari bahwa saat ini belum ada regulasi terkait itu.

Baca Juga: 600 Siswa SDIT El Haq Ikuti Microplastic Journey, Perkuat Sekolah Bebas Plastik

"Yang jelas Pertamina pernah menerbitkan edaran terkait larangan penjualan bensin pada konsumen yang menggunakan jerigen. Nah para penjual pom mini inikan untuk mendapat suplai bahan bakar itu sama seperti penjual bensin botol eceran yang menggunakan jerigen," terang Erdianto, Senin (1/8/2022).

Erdianto juga melihat hal tersebut dari aspek yang luas, yaitu keamanan dan keselamatan konsumen.

Dia menilai bahwa sejauh ini aspek keamanan dan keselamatan bagi konsumen sangat minim. Sehingga, lanjutnya, perlu ada kajian ulang terkait perizinan serta sertifikasi pom mini.

Baca Juga: Indah Kurnia Ajak Warga Sidoarjo Dukung Pembangunan Berwawasan Lingkungan

"Pembelian fisiknya saja tersebar di banyak platform e-commerce. Jaminan keamanannya itu bagaimana? Karena kalau di pertashop (versi kecilnya SPBU Pertamina), itu sertifikasi alat dan operatornya jelas dari Pertamina," papar dia.

Dia berharap, ke depan permasalahan ini diperhatikan lebih serius dan disiapkan langkah-langkah antisipasi serta taktis untuk para penjual bahan bakar minyak menggunakan mesin pom mini.

Langkah-langkah taktis itu menurutnya seperti pemberian edukasi perihal perizinan hingga standarisasi keamanan dari mesin penyalur bahan bakarnya.

Baca Juga: Dorong Efisiensi Industri, Kawan Lama Solution Expo 2026 Hadir di Surabaya

"Harapannya tentu, para penjual ini bisa terus berjualan, tapi dengan cara yang benar. Bukan membeli mesin secara ilegal melalui online shop, menyimpan bahan bakar yang sesuai standar penyimpanan dan lain sebagainya, termasuk perizinannya. Sehingga keamanan dan kondusivitas di lingkungan warga bisa terjaga," ujarnya.

Seperti diketahui, sudah ada dua kebakaran pom mini di Sidoarjo. Dalam kebakaran pertama, istri beserta anak dari penjual ditemukan tewas. Insiden kedua tidak menyebabkan korban jiwa. Namun pemilik menelan kerugian puluhan juta rupiah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.