Minggu, 07 Jun 2026 05:23 WIB

Disbudpar Bojonegoro Gelar Ruwatan Murwokolo di Kayangan Api

Kepala Disbudpar Bojonegoro Budianto dampingi Sekretaris Daerah Nurul Azizah menyerahkan wayang tokoh Wisnu kepada Dalang Ki Priyo Darsono dalam pembukaan Ruwatan Murwokolo.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kepala Disbudpar Bojonegoro Budianto dampingi Sekretaris Daerah Nurul Azizah menyerahkan wayang tokoh Wisnu kepada Dalang Ki Priyo Darsono dalam pembukaan Ruwatan Murwokolo.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menggelar prosesi adat Ruwatan Murwokolo bertepatan dengan 1 Muharram atau Suro. Kegiatan berlangsung di objek Wisata Kayangan Api, Desa Sukoharjo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (30/7/2022).

Nuasan adat jawa sangat kental terasa saat prosesi. Pejabat yang hadir tampak kompak mengenakan baju adat. Untuk laki-laki mengenakan pakaian serba hitam serta memakai udeng (ikat kepala) khas masyarakat Samin. Sedangkan perempuan mengenakan setelan baju berwana serba putih dan kebaya.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Ruwatan Murwokolo diikuti 92 peserta (50 orang sukerto) yang diiringi 100 orang tua. Jadi total sebanyak 192 peserta. Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan wayang tokoh Wisnu oleh Sekretaris Daerah Lamongan Nurul Azizah kepada Dalang Ki Priyo Darsono yang memimpin ruwatan.

Pemilihan wayang tokoh Wisnu dalam pembukaan memiliki makna tersendiri. Dalam lakon perwayangan, Wisnu diceritakan sebagai tondobuwono (penyelamat) untuk mengeluarkan sukerto dari belenggu betarakala.

Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiayanto menuturkan, kegiatan ruwatan massal Murwokolo bertujuan melestarikan dan aktualisasi budaya daerah. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap adat budaya Jawa serta mengenalkan ruwatan sebagai tradisi masyarakat Bojonegoro.

Baca Juga: Pengurus FKMB UINSA Resmi Dilantik

"Selain itu memberikan fasilitas kepada masyarakat Bojonegoro yang ingin melaksanakan ruwatan. Sehubungan masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka jumlah peserta dibatasi hanya 50 sukerto," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Ruwatan Murwokolo adalah prosesi adat Jawa yang mengandung makna membebaskan diri dan mensucikan diri agar terhindar marabahaya dan musibah. Baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Orang-orang yang diruwat biasanya disebut Sukerto.

Baca Juga: APBD Bojonegoro Sisa Rp1,58 Triliun, Serapan Tak Memenuhi Target 80 Persen

Menurut tradisi Jawa, Sukerto adalah seorang anak yang terlahir dalam kondisi cacat, lemah dan tak berdaya. Jadi harus diruwat agar dapat sejahtera. Masyarakat Jawa percaya Sukerto jika tidak diruwat akan menjadi mangsa Batarakala atau akan mengalami berbagai musibah dan kesukaran dalam hidup.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.