Kamis, 23 Jul 2026 08:42 WIB

Disbudpar Bojonegoro Gelar Ruwatan Murwokolo di Kayangan Api

Kepala Disbudpar Bojonegoro Budianto dampingi Sekretaris Daerah Nurul Azizah menyerahkan wayang tokoh Wisnu kepada Dalang Ki Priyo Darsono dalam pembukaan Ruwatan Murwokolo.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kepala Disbudpar Bojonegoro Budianto dampingi Sekretaris Daerah Nurul Azizah menyerahkan wayang tokoh Wisnu kepada Dalang Ki Priyo Darsono dalam pembukaan Ruwatan Murwokolo.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro menggelar prosesi adat Ruwatan Murwokolo bertepatan dengan 1 Muharram atau Suro. Kegiatan berlangsung di objek Wisata Kayangan Api, Desa Sukoharjo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (30/7/2022).

Nuasan adat jawa sangat kental terasa saat prosesi. Pejabat yang hadir tampak kompak mengenakan baju adat. Untuk laki-laki mengenakan pakaian serba hitam serta memakai udeng (ikat kepala) khas masyarakat Samin. Sedangkan perempuan mengenakan setelan baju berwana serba putih dan kebaya.

Baca Juga: Polres Lamongan Ultimatum Pesilat Jelang Suro

Ruwatan Murwokolo diikuti 92 peserta (50 orang sukerto) yang diiringi 100 orang tua. Jadi total sebanyak 192 peserta. Pembukaan acara ditandai dengan penyerahan wayang tokoh Wisnu oleh Sekretaris Daerah Lamongan Nurul Azizah kepada Dalang Ki Priyo Darsono yang memimpin ruwatan.

Pemilihan wayang tokoh Wisnu dalam pembukaan memiliki makna tersendiri. Dalam lakon perwayangan, Wisnu diceritakan sebagai tondobuwono (penyelamat) untuk mengeluarkan sukerto dari belenggu betarakala.

Kepala Disbudpar Bojonegoro Budiayanto menuturkan, kegiatan ruwatan massal Murwokolo bertujuan melestarikan dan aktualisasi budaya daerah. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap adat budaya Jawa serta mengenalkan ruwatan sebagai tradisi masyarakat Bojonegoro.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

"Selain itu memberikan fasilitas kepada masyarakat Bojonegoro yang ingin melaksanakan ruwatan. Sehubungan masih dalam suasana pandemi Covid-19, maka jumlah peserta dibatasi hanya 50 sukerto," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Ruwatan Murwokolo adalah prosesi adat Jawa yang mengandung makna membebaskan diri dan mensucikan diri agar terhindar marabahaya dan musibah. Baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Orang-orang yang diruwat biasanya disebut Sukerto.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Menurut tradisi Jawa, Sukerto adalah seorang anak yang terlahir dalam kondisi cacat, lemah dan tak berdaya. Jadi harus diruwat agar dapat sejahtera. Masyarakat Jawa percaya Sukerto jika tidak diruwat akan menjadi mangsa Batarakala atau akan mengalami berbagai musibah dan kesukaran dalam hidup.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.