Sabtu, 06 Jun 2026 19:08 WIB

Makna Malam 1 Suro yang Dikeramatkan Masyarakat Jawa (2)

Momen perbincangan Bintang Timur Diponegoro dengan reporter jatimnow.com. (Foto: Ni'am Kurniawan)
Momen perbincangan Bintang Timur Diponegoro dengan reporter jatimnow.com. (Foto: Ni'am Kurniawan)

Surabaya - Bulan Suro dianggap sebagai bulan keramat oleh masyarakat suku Jawa. Tahun ini, malam 1 Suro disebut dimulai 29 Juli atau Jumat legi mulai ashar sekira pukul 15.00 WIB. Sementara tahun baru Islam atau 1 Muharram 1444 hijriah jatuh pada 30 Juli 2022 dalam penanggalan masehi atau Sabtu pahing.

Bulan Suro dimaknai sebagai bulan pertama di kalender Jawa, sama halnya dengan bulan Muharram di bulan hijriah. Peringatannya oleh masyarakat suku Jawa dilangsungkan dengan berbagai tradisi daerah.

Baca Juga: Awali Buka Giling, PG Modjopanggung Tulungagung Gelar Manten Tebu

Salah satu penganut ilmu supranatural, Bintang Timur Diponegoro mengungkapkan, alasan suku Jawa menggelar ritual atau tradisi tertentu, karena bentuk kepercayaannya terhadap leluhur. Di mana, di bulan Suro kegiatan tirakatan atau doa lebih mudah sampai kepada Tuhan.

"Sebenarnya makna bulan Suro adalah itu bulan tirakat untuk memperkuat batin antara kita dengan Tuhan, jadi untuk memperkuat ikatan batin antara kita dengan Tuhan," ujar Bintang, kepada jatimnow.com, Selasa (26/7/2022).

Keturunan ke-6 Pangeran Diponegoro itu menjelaskan, secara kasat mata bulan Suro merupakan momen di mana seluruh gerbang ghaib terbuka.

Sehingga banyak masyarakat melakukan interaksi khusus dengan makhluk ghaib sesuai kepercayaan mereka, sehingga dijuluki sebagai bulan keramat.

"Jadi lebih mudah tercapai, hajatnya dan lain-lain," jelas Bintang.

Baca Juga: Tradisi Lebaran Ketupat di Trenggalek yang Sudah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun

Ditambahkan Bintang, bagi penganut supranatural, tempat-tempat keramat seperti pesarehan (makam) sering kali dibanjiri oleh warga saat malam 1 Suro.

Namun kepercayaan tersebut bukan berarti mendekatkan diri dengan Tuhan hanya bisa dilakukan pada Bulan Suro saja. Karena, dalam Islam pendekatan terhadap Tuhan wajib dilakukan setiap saat.

"Cuman adat dan istiadat dari kakek, buyut, leluhur kita memang harus dilakukan pada 1 Suro," bebernya.

Menurutnya, Jawa Timur merupakan salah satu titik rujukan untuk bertapa hingga menyatu dengan alam. Salah satunya adalah Alas (hutan) Purwo yang lokasinya berada di Banyuwangi.

Baca Juga: Tradisi Tarawih Cepat di Blitar Ini Telah Berlangsung Sejak Ratusan Tahun Lalu

"Kalau saya setiap bulan Suro, saya masuk Alas Purwo, nyepi di sana, bertapa, menyatu dengan alam, dan menguatkan batin antara manusia dan Tuhan," katanya.

Saat Suro tiba, Alas Purwo akan dipenuhi dengan warga yang ingin menjalankam ritual kepercayaannya. Kawasan ini menjadi lokasi ritual karena dipercayai sebagai hutan yang kental dengan gerbang-gerbang magisnya.

"Itu rame sekali Alas Purwo kalau momen Suro, kayak pasar sudah, dari berbagai daerah," tandasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.