Sabtu, 06 Jun 2026 17:03 WIB

Tenaga Magang Bidang Kesehatan di Jember Hanya Dibayar Rp250 Ribu Per Bulan

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo.(Foto: Dwi Kuntarto Aji)
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo.(Foto: Dwi Kuntarto Aji)

Jember - Persoalan di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Salah satunya tenaga kesehatan yang menerima honor di bawah UMR. Ini tentunya tidak seimbang dengan beban kerja yang dilakukan.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo, sampai detik ini masih banyak persoalan di sektor kesehatan. Terutama soal tenaga magang yang berada di puskesmas.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Dorong Instansi dan Perusahaan Lebih Peduli Disabilitas

"Kami lihat di LKPJ ini ada kurang lebih 490 orang tenaga kesehatan yang honornya di bawah UMR," ungkapnya saat ditemui di Kantor DPRD Jember, Jumat (15/7/2022).

Selain itu, Fraksi PDIP juga mendapatkan informasi bahwa di lapangan ternyata ada kurang lebih 1.000 orang yang berstatus sebagai tenaga magang mandiri. Mereka juga ikut membantu penanganan kesehatan di puskesmas. Namun tidak mendapat honor yang layak.

"Ini ada tenaga kesehatan yang setiap hari bersinggungan dengan masyarakat, baik di puskesmas atau rumah sakit, yang mana tidak mendapatkan honor," imbuh pria yang akrab disapa Ipung.

Untuk posisinya beragam. Ada yang sebagai tenaga administrasi, perawat dan bidan. Mereka tersebar di puskesmas dan rumah sakit.

Baca Juga: Tercekik Aturan Barcode, Nelayan Puger Jember Kesulitan Beli Solar Subsidi

"Mereka sudah bekerja cukup lama dan membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi honornya tidak sesuai," terangnya.

Ipung mengungkapkan, para tenaga magang hanya menerima honor antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu. Itupun dibayarkan 3 bulan sekali.

"Kalau seperti ini, mereka hanya menerima seiklhasnya dari jaminan pelayanan saja. Padahal mereka juga membutuhkan uang untuk membantu keluarganya. Apalagi beban kerjanya tidak sesuai dengan honor yang diterimanya," tandasnya.

Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik

Melihat kondisi seperti ini, pihak DPRD merasa miris dan meminta Bupati Jember segera menindaklanjuti persoalan agar bisa segera teratasi.

"Ini miris sekali. Tenaga kesehatan yang ada ini kan menjadi garda paling depan dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.