Kamis, 23 Jul 2026 12:14 WIB

Tenaga Magang Bidang Kesehatan di Jember Hanya Dibayar Rp250 Ribu Per Bulan

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo.(Foto: Dwi Kuntarto Aji)
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo.(Foto: Dwi Kuntarto Aji)

Jember - Persoalan di sektor kesehatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember. Salah satunya tenaga kesehatan yang menerima honor di bawah UMR. Ini tentunya tidak seimbang dengan beban kerja yang dilakukan.

Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD Jember Edi Cahyo Purnomo, sampai detik ini masih banyak persoalan di sektor kesehatan. Terutama soal tenaga magang yang berada di puskesmas.

Baca Juga: Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

"Kami lihat di LKPJ ini ada kurang lebih 490 orang tenaga kesehatan yang honornya di bawah UMR," ungkapnya saat ditemui di Kantor DPRD Jember, Jumat (15/7/2022).

Selain itu, Fraksi PDIP juga mendapatkan informasi bahwa di lapangan ternyata ada kurang lebih 1.000 orang yang berstatus sebagai tenaga magang mandiri. Mereka juga ikut membantu penanganan kesehatan di puskesmas. Namun tidak mendapat honor yang layak.

"Ini ada tenaga kesehatan yang setiap hari bersinggungan dengan masyarakat, baik di puskesmas atau rumah sakit, yang mana tidak mendapatkan honor," imbuh pria yang akrab disapa Ipung.

Untuk posisinya beragam. Ada yang sebagai tenaga administrasi, perawat dan bidan. Mereka tersebar di puskesmas dan rumah sakit.

Baca Juga: Tak Punya Kendaraan, Lansia di Jember Tahan Sakit Kronis Setahun Tanpa Berobat

"Mereka sudah bekerja cukup lama dan membantu pelayanan kesehatan bagi masyarakat, tetapi honornya tidak sesuai," terangnya.

Ipung mengungkapkan, para tenaga magang hanya menerima honor antara Rp250 ribu sampai Rp300 ribu. Itupun dibayarkan 3 bulan sekali.

"Kalau seperti ini, mereka hanya menerima seiklhasnya dari jaminan pelayanan saja. Padahal mereka juga membutuhkan uang untuk membantu keluarganya. Apalagi beban kerjanya tidak sesuai dengan honor yang diterimanya," tandasnya.

Baca Juga: Pekan Kunang-Kunang Kebudayaan 2026 di Jember, Ruang Ekspresi dan Belajar Budaya

Melihat kondisi seperti ini, pihak DPRD merasa miris dan meminta Bupati Jember segera menindaklanjuti persoalan agar bisa segera teratasi.

"Ini miris sekali. Tenaga kesehatan yang ada ini kan menjadi garda paling depan dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.