Senin, 27 Jul 2026 08:52 WIB

Orator Video Pengurus Organisasi Shiddiqiyyah Diperiksa Polisi

Gedung Satreskrim Polres Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Gedung Satreskrim Polres Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Orator dalam video yang berisi ajakan pada jemaah Organisasi Shiddiqiyyah (Orshid), Edi Setiawan, menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Jombang, Rabu (13/7/2022) siang.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan, hari ini pemeriksaan terhadap orator tengah dilakukan.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

"Iya hari ini pemeriksaan sedang berlangsung," ungkap Giadi, saat dihubungi melalui pesan singkat.

Giadi menyebut sudah melakukan koordinasi dengan ahli bahasa untuk menemukan unsur pidana dalam video viral tersebut.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan ahli bahasa," tegasnya.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Untuk diketahui, Edi Setiawan yang merupakan orator dalam video viral tersebut merupakan pengurus Orshid. Video berdurasi 2 menit 5 detik itu berisi orasi ajakan pada jemaah bila sewaktu-sewaktu dipanggil lagi oleh Shiddiqiyyah. Orasi disampaikan di hadapan 318 murid dan simpatisan Mas Bechi.

"Beberapa kawan di pesantren di sana melihat bahwa teman-teman (murid dan simpatisan Mas Bechi) dalam kondisi yang lemas, loyo mengingat dua hari satu malam di Polres, sehingga para pengurus berinisiatif membangkitkan semangatnya, menguatkan mentalnya, mengibaratkan teman-teman para santri, para murid ibarat pulang dari perang badar," terang Joko Herrwanto, Ketua Umum DPP Orsid pada sejumlah jurnalis, di Hotel Yusro, Selasa (12/7/2022).

"Di ujung orasinya ada pertanyaan apakah siap untuk berperang, disambut jawaban siap oleh para murid dan santri," bebernya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Setelah video tersebut viral, Joko menyebut bahwa orator sudah melakukan klarifikasi dan permintaan maaf pada semua pihak, baik secara tertulis maupun lisan.

"Bahwa yang dimaksud adalah setelah pulang dari perang badar dalam kondisi yang lemah, selanjutnya para santri dan murid diharapkan bersiap untuk perang yang lebih besar yakni perang melawan hawa nafsu, itu yang dimaksud," tegasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.