Minggu, 14 Jun 2026 08:53 WIB

Bocah 6 Tahun di Sampang Diduga Dibunuh, Hak Anak Tetap Harus Diprioritaskan

Pembina Komite Anak Sampang Untung Rifa'ie.(Foto: Dok. Untung Rifa'ei)
Pembina Komite Anak Sampang Untung Rifa'ie.(Foto: Dok. Untung Rifa'ei)

Sampang - DF (6), warga Dusun Barat, Desa Mandangin, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, diduga dibunuh. Kasus tersebut mendapat perhatian dari Komite Anak Sampang. Mereka meminta hak-hak anak, baik korban maupun pelaku, menjadi dasar penanganan kasus oleh penegak hukum hukum.

Sebab korban dan pelaku masih dibawah umur. Jadi hak-hak mereka sesuai undang-undang juga menjadi pertimbangan. Meskipun proses hukum tetap harus berlanjut. Ini sesuai Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Pembina Komite Anak Sampang Untung Rifa'ie menyampaikan, pada kasus ini penegak hukum harus menerapkan Undang-undang Perlindungan Anak. Sebab korban dan pelaku juga di bawah umur.

"Proses hukum tetap harus dilakukan. Namun hak-hak anak juga perlu diprioritaskan. Sehingga pelaku juga tetap mendapatkan hak-haknya sebagai anak," katanya, Senin (11/07/2022).

Rifa'ie meyakini penegak hukum mulai polisi sampai kejaksaan sudah mahir soal perlindungan terhadap anak. Jadi dalam penegakan hukum tetap mengedepankan hak anak. Baik korban maupun pelaku.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

Polisi juga harus mengembangkan kasus tersebut. Dikhawatirkan ada pelaku utama di balik anak yang diduga menjadi pelaku. Terlebih dengan adanya fakta tubuh korban terikat saat ditemukan.

"Cara-cara itu bisa diperoleh dari media sosial oleh pelaku. Jika pelakunya memang di bawah umur. Tapi kami berharap polisi menyelidiki lebih dalam dibalik pembunuhan anak ini," katanya.

Pihaknya tidak menyalahkan media sosial. Tapi hal ini menjadi evaluasi bagi semua pihak agar melakukan pengawasan terhadap anak. Khususnya soal media sosial yang negatif. Masalah inipun menjadi evaluasi bagi tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua dan pemuda. Dengan demikian, pengawasan dan edukasi terhadap anak sangat penting dilakukan.

Baca Juga: Misteri Mayat Penuh Luka di Gurah Kediri, Diduga Korban Kecelakaan

"Pulau Mandangin ini terkenal kompak dan guyub masyarakatnya. Adanya kasus ini menjadi pelajaran agar tetap waspada masuknya pengaruh negatif terhadap anak," ucapnya.

Disinggung dugaan motif perampasan perhiasan pada korban? Rifa'ie menyatakan, anak memakai perhiasan menjadi tradisi di Madura. Sebab ada kebanggaan jika anak perempuan bisa memakai perhiasan. Namun, hal itu juga harus diimbangi dengan pengawasan dan edukasi.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.