Kamis, 23 Jul 2026 12:08 WIB

Anwar Sadad Minta BTT Wabah PMK di Jatim Dioptimalkan dan Tepat Sasaran

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bersama Plt Gubernur Emil Elestianti Dardak saat berkunjung ke kandang sapi di Pasuruan (Foto: Dok. Fq for jatimnow.com)
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bersama Plt Gubernur Emil Elestianti Dardak saat berkunjung ke kandang sapi di Pasuruan (Foto: Dok. Fq for jatimnow.com)

Pasuruan - Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad turut hadir dalam kunjungan Plt Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ke kandang sapi milik Mulyono di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/7/2022).

Sadad meminta Pemprov Jatim mengawal ketat penyaluran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Raih Penghargaan Perempuan Inspiratif Jawa Timur 2026

"Tentu pentingnya kehadiran Pemprov Jatim di bawah, melihat langsung kondisi real di lapangan. Setelah ini, setelah payung hukum BTT sudah ada, segera ditentukan dengan jelas, bagaimana mekanisme penyalurannya ke bawah. BTT harus dioptimalkan dan kuncinya tepat sasaran," terangnya.

Sadad menyarankan agar pemprov menggunakan BTT tidak hanya untuk obat. Namun juga ganti rugi kepada peternak yang kehilangan sapi akibat PMK.

"Obat perlu, vitamin dan pakan juga perlu. Yang penting juga bagaimana mereka peternak yang merugi karena sapinya mati itu mendapat ganti rugi. Karena dari hewan ternak mereka hidup, misal sapi perah, kalau sapi mati, peternak sudah tidak dapat pemasukan," jelas dia.

Baca Juga: Survei BI Mei 2026: Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Lampaui Nasional

"Saat Covid-19 lalu kan ada santunan untuk korban yang meninggal. Saya kira pantas untuk PMK, ketika peternak yang kehilangan hewan ternaknya juga diberi santunan untuk mereka bisa menyambung hidup bekerja kembali," imbuh Ketua Partai Gerindra Jatim itu.

Sadad juga meminta Pemprov Jatim terus mengawal wabah PMK hingga tuntas. Terlebih, di kawasan Nongkojajar dan Tutur sudah menjadi pusat sentra susu sapi.

"Menurut saya penting kehadiran Plt Gubernur Emil dan jajaran kepala dinas menunjukkan bahwa peternak tidak sendirian. Jadi ada support, back up nyata, bahwa kita tidak ingin PMK menurunkan kualitas dan produktivitas sapi," terangnya.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Karena, wabah PMK tersebut sudah saatnya mendapat penanganan yang masif oleh pemerintah.

"Untuk susu sapi di sini sudah menjadi sentra selama ini. Ini juga butuh timbal balik peternak, supaya mereka sedini mungkin menginformasikan kalau ternaknya terpapar, karena informasi dokter hewan, kalau diketahui sejak dini, masa recovery bisa 3-4 hari. Kalau telat pasti lebih lama. Semua pihak harus gotong royong menyelesaikan PMK," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.