Minggu, 07 Jun 2026 05:45 WIB

Anwar Sadad Minta BTT Wabah PMK di Jatim Dioptimalkan dan Tepat Sasaran

Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bersama Plt Gubernur Emil Elestianti Dardak saat berkunjung ke kandang sapi di Pasuruan (Foto: Dok. Fq for jatimnow.com)
Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad bersama Plt Gubernur Emil Elestianti Dardak saat berkunjung ke kandang sapi di Pasuruan (Foto: Dok. Fq for jatimnow.com)

Pasuruan - Wakil Ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad turut hadir dalam kunjungan Plt Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak ke kandang sapi milik Mulyono di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Rabu (6/7/2022).

Sadad meminta Pemprov Jatim mengawal ketat penyaluran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK).

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Tentu pentingnya kehadiran Pemprov Jatim di bawah, melihat langsung kondisi real di lapangan. Setelah ini, setelah payung hukum BTT sudah ada, segera ditentukan dengan jelas, bagaimana mekanisme penyalurannya ke bawah. BTT harus dioptimalkan dan kuncinya tepat sasaran," terangnya.

Sadad menyarankan agar pemprov menggunakan BTT tidak hanya untuk obat. Namun juga ganti rugi kepada peternak yang kehilangan sapi akibat PMK.

"Obat perlu, vitamin dan pakan juga perlu. Yang penting juga bagaimana mereka peternak yang merugi karena sapinya mati itu mendapat ganti rugi. Karena dari hewan ternak mereka hidup, misal sapi perah, kalau sapi mati, peternak sudah tidak dapat pemasukan," jelas dia.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

"Saat Covid-19 lalu kan ada santunan untuk korban yang meninggal. Saya kira pantas untuk PMK, ketika peternak yang kehilangan hewan ternaknya juga diberi santunan untuk mereka bisa menyambung hidup bekerja kembali," imbuh Ketua Partai Gerindra Jatim itu.

Sadad juga meminta Pemprov Jatim terus mengawal wabah PMK hingga tuntas. Terlebih, di kawasan Nongkojajar dan Tutur sudah menjadi pusat sentra susu sapi.

"Menurut saya penting kehadiran Plt Gubernur Emil dan jajaran kepala dinas menunjukkan bahwa peternak tidak sendirian. Jadi ada support, back up nyata, bahwa kita tidak ingin PMK menurunkan kualitas dan produktivitas sapi," terangnya.

Baca Juga: Icha Yang, Penyanyi Asal Jember yang Gebrak Panggung Hunan TV China

Karena, wabah PMK tersebut sudah saatnya mendapat penanganan yang masif oleh pemerintah.

"Untuk susu sapi di sini sudah menjadi sentra selama ini. Ini juga butuh timbal balik peternak, supaya mereka sedini mungkin menginformasikan kalau ternaknya terpapar, karena informasi dokter hewan, kalau diketahui sejak dini, masa recovery bisa 3-4 hari. Kalau telat pasti lebih lama. Semua pihak harus gotong royong menyelesaikan PMK," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.