Senin, 08 Jun 2026 16:03 WIB

Nonton Karapan Sapi di Bangkalan, Erick Thohir Diminta Datangkan Vaksin PMK

Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat sapi kerab di lapangan Desa Sanggra Agung, Kecamatam Socah, Kabupaten Bangkalan (Foto: Syaiful Islam/jatimnow.com)
Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat sapi kerab di lapangan Desa Sanggra Agung, Kecamatam Socah, Kabupaten Bangkalan (Foto: Syaiful Islam/jatimnow.com)

Bangkalan - Menteri BUMN Erick Thohir diminta untuk mendatangkan vaksin PMK untuk hewan ternak di Bangkalan.

Permintaan itu disampaikan kepada Erick saat menghadiri silaturrahmi akbar bersama Paguyuban Karapan Sapi Madura (Pakar Sakera) di lapangan Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Erick juga melihat langsung karapan sapi, serta memberikan piala kepada pemilik sapi kerab yang memenangi lomba.

"Harapan kami semua hanya satu vaksin, karena sebentar lagi kami akan menggelar karapan sapi piala presiden. Hanya satu vaksin tidak ada lagi. Tanpa itu saya kira pelaksanaan nanti tidak akan terjadi," terang Ketua Umum Pakar Sakera, H Tohir.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Bangkalan, Mohni. Dia menyatakan, Erick dipastikan bersama para pecandu karapan sapi dan pengurus. Kemudian ada perhatian khusus terhadap segenap warga Madura dan pemilik sapi kerapan.

Baca Juga: Gus Lilur Deklarasikan Panca Ampera: Stop Kriminalisasi Pengusaha Rokok Rakyat

"Beliau juga menyampaikan bahwa perkembangan PMK sangat masif dan mengkhawatirkan kalau tidak ada penanganan yang serius. Senin beliau melapor Bapak Presiden dan juga cari solusi yang sebaiknya, karena bapak menteri BUMN adalah orang yang bisa mendatangkan vaksin sapi. Sehingga PMK bisa dicegah sebagai mana Covid-19 yang terjadi kemarin," papar Mohni.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan menyampaikan permintaan itu kepada Menteri Pertanian dan Presiden. Di mana sebagai BUMN memang biasanya dapat penugasan. Jika diizinkan membantu, maka akan membantu.

"Tidak ada maksud apa-apa. Ini sebagai bentuk perhatian, kebetulan saya diundang hari ini. Saya hadir karena persiapan karapan sapi piala presiden. Kalau bisa didukung katanya karena sudah berhenti lama dan ini merupakan kearifan lokal, kebudayaan harus kita jaga," papar Erick.

Baca Juga: Sarjana Pertanian Pulang Kampung, Garap Budidaya Pisang di Tambelangan

Apalagi, sambung Erick, ada permintaan, siapa tahu karapan sapi jadi pertunjukan televisi dan dunia karena ini sesuatu yang menarik. Dalam diskusi dengan Pakar Sakera itu, memang ada kekhawatiran PMK tidak hanya menyerang sapi umum, tapi sapi kerapan Madura.

"Karena 30 persen sudah ada yang meninggal. Tentu dalam merawat sapi-sapi kerapan dari kecil, bukan besar langsung dipertandingkan. Jadi sapi-sapi spesial. Kalau mereka jumlahnya banyak yang terkena tentu untuk mengangkat lagi karapan sapi perlu waktu cukup lama, dua sampai tiga tahun," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.