Sabtu, 06 Jun 2026 09:01 WIB

Foto: Melihat Pembuatan Ongkek untuk Larung Sesaji Pelaksanaan Yadnya Kasada

Masyarakat Suku Tengger memikul ongkek sebagai bentuk sesembahan dalam peringatan Yadnya Kasada. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Masyarakat Suku Tengger memikul ongkek sebagai bentuk sesembahan dalam peringatan Yadnya Kasada. (Foto-foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

Probolinggo - Warga Suku Tengger akan melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo dalam pelaksanaan Yadnya Kasada Tahun 1944 Saka pada Kamis (16/6/2022) dini hari. Mereka mempersiapkan diri dengan membuat ongkek (sesaji) sebagai bentuk sesembahan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bambang Suprapto mengatakan, pembuatan ongkek merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Yandya Kasada sebagai wujud syukur kepada Sang Hyang Widhi.

Baca Juga: Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Umat Hindu Tengger membuat ongkek dari hasil bumi.Umat Hindu Tengger membuat ongkek dari hasil bumi.

"Ongkek itu terdiri dari sejumlah hasil bumi dan dedaunan serta bunga-bunga," kata Bambang, Rabu (15/6/2022).

Ongkek ini, lanjut Bambang, akan dilemparkan ke kawah Gunung Bromo saat peringatan Kasada. Sebelumnya, Dukun Pandita akan membacakan mantra di Pure Poten di lautan pasir Bromo.

"Seusai itu warga membawa ongkek ke atas kawah dan langsung di lempar ke mulut kawah," jelasnya.

Hasil bumi dikumpulkan warga Suku Tengger untuk dibentuk menjadi ongkek.Hasil bumi dikumpulkan warga Suku Tengger untuk dibentuk menjadi ongkek.

Baca Juga: Yadnya Kasada 2026, Momentum Penguatan Budaya dan Harmoni Masyarakat Tengger

Sementara itu, mengenai hewan ternak atau harta benda yang biasanya juga dilemparkan ke mulut kawah, masih kata Bambang, itu dikhususkan bagi warga yang memiliki nazar atau niat (janji).

"Kalau ongkek itu murni dari hasil bumi," jelasnya.

Dengan pemberian sesembahan diharapkan Gunung Bromo bisa memberikan keberkahan dan kesejahteraan bagi umat Suku Tengger.

"Semoga dijauhkan dari segala mara bahaya serta senantiasa diberikan kesehatan dan kemakmuran," sebutnya.

Baca Juga: Razia Dadakan Tengah Malam di Rutan Kraksaan, Petugas Sita Benda Ini

Selain hasil bumi berupa sayuran, ongkek juga dibuat dari bunga-bunga yang akan dilempar ke kawah Gunung Bromo.Selain hasil bumi berupa sayuran, ongkek juga dibuat dari bunga-bunga yang akan dilempar ke kawah Gunung Bromo.

Sementara itu, Yulianto warga Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapuran, Kabupaten Probolinggo mengatakan ritual Yadnya Kasada secara rutin digelar setiap tahun pada bulan Kasada.

"Ini merupakan bentuk syukur umat Hindu Tengger di wilayah Malang, Pasuruan Lumanjang dan Probolinggo kepada yang kuasa," jelasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.