Senin, 27 Jul 2026 21:05 WIB

Kenalkan Ragam Koleksi Benda Bersejarah Lewat Program Museum Goes To School

Para siswa mendengarkan pemaparan tentang benda bersejarah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Para siswa mendengarkan pemaparan tentang benda bersejarah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, memboyong sejumlah koleksi museum daerah setempat ke sekolah wilayah pinggiran. Melalui program Museum Goes To School, mereka ingin mengenalkan ragam koleksi benda bersejarah yang tersimpan di museum kepada para siswa.

Pamong Budaya Bidang Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Winarto mengatakan terdapat 3 sekolah pinggiran yang mereka kunjungi dalam program tersebut, yakni SMPN 1 Pucanglaban, SMPN 1 Tanggunggunung dan SMPN 1 Sendang.

Baca Juga: Mas Dhito Letakkan Kembali Fragmen Kepala Ganesha yang Hilang di Museum Kediri

Terdapat 5 benda bersejarah koleksi museum yang mereka bawa, di antaranya Arca Nandi, Arca Agastya, Arca Garudeya, Arca Budha dan replika fosil tengkorak manusia purba Homo Wajakensis.

"Kami membawa arca yang berukuran kecil sehingga tidak risiko saat mengangkutnya," ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Program ini merupakan salah satu upaya sosialisasi agar mereka yang belum pernah mengunjungi museum dan tidak tahu ragam koleksi benda bersejarah di dalamnya, bisa mengetahui secara langsung. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa tentang benda bersejarah.

Benda bersejarah yang dikenalkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di sekolah-sekolah Tulungagung.Benda bersejarah yang dikenalkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di sekolah-sekolah Tulungagung.

Baca Juga: Arca Kepala Ganesha Koleksi Museum Kediri Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan

Selain mendatangkan koleksi museum ke sekolah, mereka juga akan mengundang sejumlah siswa untuk datang dan belajar langsung ke museum.

"Kita akan mengundang siswa dari beberapa sekolah untuk belajar bersama-sama di museum," tuturnya.

Adanya program ini disambut hangat oleh para siswa. Dengan penuh seksama, siswa menyimak pemaparan yang dilakukan oleh perwakilan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB).

Baca Juga: Penjarahan dan Pengrusakan Museum di Kediri Dikecam Pecinta Sejarah dan Budaya

Salah seorang siswa SMPN 1 Sendang, Meita Mayasari mengaku belum pernah berkunjung ke museum. Dengan adanya program ini, ia mendapatkan banyak ilmu baru tentang benda bersejarah.

"Setelah ini kalau ada waktu mau berkunjung ke museum," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.