Jumat, 12 Jun 2026 01:19 WIB

Kenalkan Ragam Koleksi Benda Bersejarah Lewat Program Museum Goes To School

Para siswa mendengarkan pemaparan tentang benda bersejarah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Para siswa mendengarkan pemaparan tentang benda bersejarah. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, memboyong sejumlah koleksi museum daerah setempat ke sekolah wilayah pinggiran. Melalui program Museum Goes To School, mereka ingin mengenalkan ragam koleksi benda bersejarah yang tersimpan di museum kepada para siswa.

Pamong Budaya Bidang Kepurbakalaan dan Museum Dinas Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, Winarto mengatakan terdapat 3 sekolah pinggiran yang mereka kunjungi dalam program tersebut, yakni SMPN 1 Pucanglaban, SMPN 1 Tanggunggunung dan SMPN 1 Sendang.

Baca Juga: Mas Dhito Letakkan Kembali Fragmen Kepala Ganesha yang Hilang di Museum Kediri

Terdapat 5 benda bersejarah koleksi museum yang mereka bawa, di antaranya Arca Nandi, Arca Agastya, Arca Garudeya, Arca Budha dan replika fosil tengkorak manusia purba Homo Wajakensis.

"Kami membawa arca yang berukuran kecil sehingga tidak risiko saat mengangkutnya," ujarnya, Rabu (15/6/2022).

Program ini merupakan salah satu upaya sosialisasi agar mereka yang belum pernah mengunjungi museum dan tidak tahu ragam koleksi benda bersejarah di dalamnya, bisa mengetahui secara langsung. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan siswa tentang benda bersejarah.

Benda bersejarah yang dikenalkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di sekolah-sekolah Tulungagung.Benda bersejarah yang dikenalkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di sekolah-sekolah Tulungagung.

Baca Juga: Arca Kepala Ganesha Koleksi Museum Kediri Ditemukan Tergeletak di Pinggir Jalan

Selain mendatangkan koleksi museum ke sekolah, mereka juga akan mengundang sejumlah siswa untuk datang dan belajar langsung ke museum.

"Kita akan mengundang siswa dari beberapa sekolah untuk belajar bersama-sama di museum," tuturnya.

Adanya program ini disambut hangat oleh para siswa. Dengan penuh seksama, siswa menyimak pemaparan yang dilakukan oleh perwakilan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB).

Baca Juga: Penjarahan dan Pengrusakan Museum di Kediri Dikecam Pecinta Sejarah dan Budaya

Salah seorang siswa SMPN 1 Sendang, Meita Mayasari mengaku belum pernah berkunjung ke museum. Dengan adanya program ini, ia mendapatkan banyak ilmu baru tentang benda bersejarah.

"Setelah ini kalau ada waktu mau berkunjung ke museum," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.