Kamis, 11 Jun 2026 07:57 WIB

Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi di Ponorogo Resah, Lho?

Situasi di Pasar Hewan Jetis Ponorogo yang sepi pembeli. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Situasi di Pasar Hewan Jetis Ponorogo yang sepi pembeli. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pedagang hewan ternak di Pasar Hewan Jetis, Kabupaten Ponorogo resah mendekati Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022. Momen yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meraup rezeki, justru membuat mereka kalang kabut.

Akibat adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pedagang terpaksa meratapi nasib lantaran harga sapi turun drastis, dan pembeli pun sepi. Seperti saat pasaran pahing misalnya, Pasar Hewan Jetis yang biasanya ramai, kini pun sepi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Miko, salah satu pedagang di lokasi mengaku jika sebelumnya harga sapi bisa mencapai Rp25 juta. Bahkan pada lebaran Idul Adha tahun lalu, dia bisa menjual Rp27 juta per sapi.

"Harga sapi anjlok, sebelumnya Rp25 juta sekarang tinggal Rp22 juta," sebut sapi Miko, Senin (6/6/2022).

Miko pun semakin khawatir karena sepinya pembeli. Jika pun ada yang datang, mereka menawar harga hingga jauh di bawah standar.

Adi Santoso, pedagang lain mengatakan hal serupa. Ia bahkan menyebut harga sapi anjlok hingga Rp8 jutaan. Semakin miris kala harga sapi tanen (induk) turun hingga separuh harga.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Harga sapi tanen, sapi pembibitan separuh harga turunnya, sapi gemuk atau daging turun Rp8 jutaan," kata Adi.

Ia pun menyadari dampak dari PMK. Pedagang, sebut Adi, mendukung langkah pemerintah untuk menutup sementara pasar hewan demi mengantisipasi menyebarnya PMK.

Saat Idul Adha, lanjutnya, akan semakin susah mencari hewan kuran. Sebab pasokan dan stok sapi sudah berkurang, pun peminat sapi juga turun akibat PMK.

Baca Juga: Antisipasi Merebaknya Wabah PMK, Disnakeswan Tulungagung Pantau Pasar Hewan

"Peminat sapi juga semakin turun," keluhnya.

Penanggung jawab pasar Jetis, Gianto menjelaskan, saat ini kondisi pasar memang cenderung sepi. Penurunan terjadi hingga 75 persen.

"Ini cuma pedagang sini saja, peternak lokal cuma 25 persen," pungkas Gianto.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.