Minggu, 26 Jul 2026 14:26 WIB

Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi di Ponorogo Resah, Lho?

Situasi di Pasar Hewan Jetis Ponorogo yang sepi pembeli. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Situasi di Pasar Hewan Jetis Ponorogo yang sepi pembeli. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pedagang hewan ternak di Pasar Hewan Jetis, Kabupaten Ponorogo resah mendekati Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 9 Juli 2022. Momen yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk meraup rezeki, justru membuat mereka kalang kabut.

Akibat adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pedagang terpaksa meratapi nasib lantaran harga sapi turun drastis, dan pembeli pun sepi. Seperti saat pasaran pahing misalnya, Pasar Hewan Jetis yang biasanya ramai, kini pun sepi.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Miko, salah satu pedagang di lokasi mengaku jika sebelumnya harga sapi bisa mencapai Rp25 juta. Bahkan pada lebaran Idul Adha tahun lalu, dia bisa menjual Rp27 juta per sapi.

"Harga sapi anjlok, sebelumnya Rp25 juta sekarang tinggal Rp22 juta," sebut sapi Miko, Senin (6/6/2022).

Miko pun semakin khawatir karena sepinya pembeli. Jika pun ada yang datang, mereka menawar harga hingga jauh di bawah standar.

Adi Santoso, pedagang lain mengatakan hal serupa. Ia bahkan menyebut harga sapi anjlok hingga Rp8 jutaan. Semakin miris kala harga sapi tanen (induk) turun hingga separuh harga.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Harga sapi tanen, sapi pembibitan separuh harga turunnya, sapi gemuk atau daging turun Rp8 jutaan," kata Adi.

Ia pun menyadari dampak dari PMK. Pedagang, sebut Adi, mendukung langkah pemerintah untuk menutup sementara pasar hewan demi mengantisipasi menyebarnya PMK.

Saat Idul Adha, lanjutnya, akan semakin susah mencari hewan kuran. Sebab pasokan dan stok sapi sudah berkurang, pun peminat sapi juga turun akibat PMK.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Peminat sapi juga semakin turun," keluhnya.

Penanggung jawab pasar Jetis, Gianto menjelaskan, saat ini kondisi pasar memang cenderung sepi. Penurunan terjadi hingga 75 persen.

"Ini cuma pedagang sini saja, peternak lokal cuma 25 persen," pungkas Gianto.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.