Minggu, 14 Jun 2026 08:36 WIB

Taksi Online di Surabaya Coba Dirampas: Leher Driver Dijerat, Kepala Dipukul

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 04 Jun 2022 19:59 WIB
Tangkapan layar video CCTV proses terjadinya percobaan perampasan taksi online di Surabaya
Tangkapan layar video CCTV proses terjadinya percobaan perampasan taksi online di Surabaya

Surabaya - Seorang driver taksi online menjadi korban percobaan perampasan di Jalan Bukit Golf Blok GB 3, Citraland, Surabaya. Korban dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka di kepala akibat dipukul pelaku.

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, peristiwa itu terjadi pada Jumat (3/6/2022) malam. Korban diketahui bernama Sudarmadji (59), warga Krembangan, Surabaya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Benar, kejadiannya kemarin malam. Korban juga sudah membuat laporan ke kantor. Saat ini korban masih mendapat perawatan di RS BDH karena mengalami luka di kepala. Harus dijahit. Dan saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolsek Lakarsantri, Kompol Hakim saat dikonfirmasi, Sabtu (4/6/2022).

Hakim menyebut, pelaku merupakan penumpang korban. Penumpang itu dua orang laki-laki. Pihaknya mengaku sudah mengantongi ciri-ciri kedua pelakunya.

"Sempat terekam kamera CCTV. Ini masih terus kami dalami. Mudah-mudahn bisa segera kami ungkap," tegasnya.

Hakim menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban mendapat penumpang dua orang laki-laki di Jalan Pemuda, Surabaya, dengan tujuan ke Citraland.

Ketika masuk ke mobil, satu pelaku duduk di samping korban, satu pelaku lain duduk tepat di belakang korban.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Driver taksi online di Surabaya yang jadi korban percobaan perampasanDriver taksi online di Surabaya yang jadi korban percobaan perampasan

Sampai di kawasan Citraland, kedua pelaku mengatakan jika akan mencari rumah keluarganya, bukan sesuai lokasi yang ada di aplikasi. Hingga kemudian korban berputar-putar mencari alamat bahkan sampai satu jam.

Di situlah, muncul kecurigaan pada korban, sambil menanyakan kebenaran alamat yang dituju. Bersamaan dengan itu, pelaku yang duduk di belakang korban langsung menjerat leher korban menggunakan ikat pinggang.

Karena kaget, korban spontan menahan jeratan pelaku dengan tangan, sambil berusaha membuka pintu mobil untuk kabur dan menekan bel mobil sekencang-kencangnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Upaya itu akhirnya berhasil. Ikat pinggang terlepas, korban melarikan diri sambil berteriak minta tolong. Karena panik, kedua pelaku kemudian kabur. Namun pelaku sempat memukul kepala korban hingga berlumuran darah.

"Ketika kejadian memang jalannya dalam kondisi sepi. Tapi ada beberapa orang yang mendengar, mengetahui. Korban kemudian dibantu dan dilaporkan ke kami," jelas Hakim.

"Saat ini kami masih meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk memeriksa CCTV yang sempat merekam kejadian tersebut. Updatenya besok kami sampaikan lagi," tambahnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.