Minggu, 26 Jul 2026 14:24 WIB

DPRD Dukung Pemkab Tuntaskan PMK Sapi di Ponorogo

Wakil Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Wakil Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - DPRD Ponorogo mendukung penyelesaian masalah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi yang merebak di Bumi Reog. Dalam waktu dekat, legislatif berencana menggelar hearing untuk mengurai permasalahan yang ada.

"Harus segera ada tindakan. Agar sapi yang suspek ini di Pudak tidak menjalar ke Kecamatan Pulung maupun Sooko. Yang sama-sama peternak sapi perah," ujar Wakil Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, Kamis (2/6/2022).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Menurutnya, akibat adanya PMK, kerugian yang ditanggung peternak berlipat. Termasuk ratusan liter susu yang terbuang, hingga urusan perbankan.

"Ini yang disampaikan ke kami, atensi kami bawa dan secepatnya kami sampaikan," terang Ribut.

Baca juga: Peternak Sapi Perah di Ponorogo Membuang Ratusan Liter Susu Setiap Hari, Kenapa?

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Maka harus ada duduk bersama mencari solusi terbaik. Perbankan juga diajak duduk. Kerugian tidak hanya dirasakan peternak. Kami akan mengawal baik dari legislatif kami sampikan ke eksektif dan perbankan," tambahnya.

Melalui hearing, tambah Ribut, diharapkan permasalahan yang ditanggung peternak bisa secepatnya teratasi. Ia menjelaskan bahwa harus ada anggaran khusus untuk peternak, misalnya bantuan untuk obat dan biaya mantri.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Ada riil bentuk andarbeni dari pemerintah. Harus ada anggaran khusus untuk peternak," pungkasnya.

Sebelumnya, peternak sapi perah di Desa Pudak Kulon, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo membuang ratusan liter susu setiap hari. Hal itu dilakukan lantaran hewan ternak mereka terkena gejala mirip Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.