Minggu, 14 Jun 2026 08:40 WIB

Peternak Sapi Perah di Ponorogo Membuang Ratusan Liter Susu Setiap Hari, Kenapa?

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 31 Mei 2022 15:58 WIB
Peternak di Ponorogo membuang susu dari sapi perah terkena gejala mirip PMK (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Peternak di Ponorogo membuang susu dari sapi perah terkena gejala mirip PMK (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Peternak sapi perah di Desa Pudak Kulon, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo membuang ratusan liter susu setiap hari. Hal itu dilakukan lantaran hewan ternak mereka terkena gejala mirip Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Seperti sapi perah milik Ambar Suyanto. Katanya, ada tiga sapi yang mengalami gejala mirip PMK, seperti mulut mengeluarkan lendir dan kaki bengkak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Akibatnya, sapi menjadi malas untuk makan dan lainnya kesulitan untuk berdiri. Gejala itu terjadi sejak Kamis (26/5/2022) lalu.

"Saya periksakan ke dokter hewan dan sudah diambil sampel darahnya. Saat ini masih menunggu hasil, apakah benar terkena PMK," terang Ambar.

Ambar menyebut bahwa saat ini dirinya hanya mengandalkan obat dari dokter hewan dan memberikan antiobitik seadanya. Meski begitu, sejumlah sapi yang sehat juga harus diberikan obat, agar tidak tertular oleh sapi yang saat ini sedang sakit.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Rata-rata peternak sapi perah di Kecamatan Pudak memiliki lebih dari 5 ekor sapi. Sementara untuk suntik antibiotik sampai sembuh, bisa menghabiskan Rp 2 juta per ekor sapi.

Ambar dan peternak lain di Kecamatan Pudak dibuat pusing saat susu sapi perahnya tidak bisa dijual. Sebab mereka takut susu sapi itu terkontaminasi oleh antibiotik untuk mengobati gejala mirip PMK tersebut.

Menurutnya, setiap hari dia harus membuang 200 liter susu sapi, karena tidak bisa dikonsumsi dan tidak diterima oleh pabrik. Akibatnya, dia harus menanggung kerugian hingga ratusan ribu rupiah.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

"Praktis sejak Kamis lalu saya tidak ada pemasukan. Sementara sapi harus terus diberi obat dan beri pakan," tegasnya.

"Harapannya ada bantuan obat-obatan dari pemerintah agar bisa meringankan beban peternak sapi," pungkas Ambar.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

Para tersangka biasa menjalankan operasinya di sekitaran Gresik dan Lamongan.