Sabtu, 06 Jun 2026 19:05 WIB

Gerakan Seni Rupa Gresik Gelar Diskusi Damar Kurung

Suasana diskusi Damar Kurung di Senja Jingga Cafe (Foto: Gasrug for jatimnnow.com)
Suasana diskusi Damar Kurung di Senja Jingga Cafe (Foto: Gasrug for jatimnnow.com)

Gresik - Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasrug) menggelar ngobrol bareng seniman di Senja Jingga Cafe, Jalan Awikoen Tirta (Kompleks Putri Cempo), Gresik. Ngobrol santai ini mendatangkan penulis buku damar kurung dari masa ke masa Ika Ismurdiyahwati dan Pegiat Sejarah dan Kebudayaan Kris Adji AW.

Dalam diskusi, Ika Ismurdiyahwati dengan luas dan lengkap menjelakskan perjalanan maestro Masmundari. Pihaknya mengajak untuk terus melakukan aktivitas seni rupa gambar bercerita khas damar kurung Gresik, sebagai pengingat karya fenomenal.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Dosen Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (Unipa) Surabaya itu mengatakan, buku yang ditulis hasil dari penelitian sejak 2002 saat Masmundari masih hidup. Masmundari dikenal sangat otentik dengan karyanya. Bahkan di usianya yang sudah 96 tahun pun ingatannya masih bagus.

“Hingga menghasilkan karya lampion damar kurung. Dari perbandingan lampion di daerah hanya di Gresik yang punya ciri khas seni dan budaya,” ucapnya, Minggu (29/5/2022) petang.

Dijelaskan, ada dua versi lampion Islam. Pertama lewat Persia, lalu Mongol, Jepang sampai ke Jatim Gresik. Versi kedua dari Mesir ke Madagaskar terus masuk ke Aceh. Namun tidak ada budaya gambar. Hanya lampion saja.

Baca Juga: JIIPE Peduli Bagikan Puluhan Hewan Kurban ke Masyarakat Gresik

“Damar kurung Gresik tidak sekadar gambar. Tapi kerangka berpikir yang sudah berjalan dari zaman primordial semasa hidup Masmundari. Ada banyak cerita sakral yang dibawa Masmundari lewat karya damar kurung,” jelasnya.

Ke depan pihaknya mengajak para seniman seni rupa untuk menghargai para seni pendahulu. Dengan menggali ciri khas budaya dari karya seni rupa yang baru untuk kompetisi Internasional.

“Mempelajari masa lalu untuk masa depan. Ajarilah anak muda untuk menghargai karya seni. Gambarlah motif gambar bercerita. Mengelilingi lampion itu bercerita. Itulah damar kurung Gresik,” papar alumni ITB itu.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Pegiat Sejarah dan Kebudayaan Kris Adji AW menjelaskan, satu-satunya di dunia lampion bergambar ada di Gresik. Itulah Damar Kurung, yang memiliki pengaruh besarnya dari wayang beber era Sunan Prapen.

“Tradisi wayang mempengaruhi Mbah Masmundari. Ke depan tidak hanya style yang dibawa Masmundari. Kalau mundur pakem wayang beber, maju bebas mau seperti apa damar kurung,” paparnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.