Sabtu, 06 Jun 2026 23:12 WIB

"Hanya Pejabat dan Bangsawan yang Minum Sirup ini"

  • Penulis :
  • | Rabu, 07 Mar 2018 11:19 WIB
Sirup yang diproduksi sejak zaman Belanda.
Sirup yang diproduksi sejak zaman Belanda.

jatimnow.com - Surabaya menyimpan banyak cerita sejarah mengenai zaman kolonial Belanda, bangunan-bangunan kuno menjadi saksi sejarah di zaman itu.

Selain bangunan bersejarah yang ada di Kota Pahlawan ini, beragam kuliner khas pun memiliki cerita tersendiri.

Salah satu produk yang menemani perjalanan sejarah, dari zaman Belanda hingga saat ini adalah Siropen Telasih Surabaya.

Sirup ini telah ada sejak 1923 silam, minuman ini diproduksi langsung di sebuah pabrik kuno yang berada di Jl. Mliwis No. 5 yang dulu dibangun oleh JC Van Drongelen Hellfach.

Sirup ini menjadi salah satu sirup tertua yang ada di Indonesia.

Pada zaman kolonial Belanda dahulu, sirup ini tidak diperjual belikan secara bebas. Minuman ini hanya disajikan kepada para pejabat kolonial Belanda dan para bangsawan saja.

"Bisa dibilang memang ini dulu minumannya para bangsawan, karena dulu nggak banyak perusahaan yang memproduksinya," terang Alfin salah satu marketing Siropen.

Siropen Telasih cap bulan ini menjadi ciri khas minuman legendaris ini. Bahkan alat yang dibuat untuk memproduksi sirupnya pun sebagian masih menggunakan alat yang sama sejak zaman Belanda.

"Sebagian alat yang dulu masih kami gunakan juga, labelnya juga masih hampir mirip dengan label pertamanya," imbuhnya saat ditemui jatimnow.com.

Botol kemasan yang unik dengan label yang desainnya masih hampir sama dengan label terdahulu ini memiliki beragam rasa, seperti coco pandan, leci, mawar, framboze, vanilli, jeruk keprok dan lainnya.

Produk sirup ini memiliki ciri khas lain, yaitu menggunakan gula asli sebagai rasa manisnya.

"Produk kami memakai gula asli, bukan pemanis buatan. Ini tetap kami pertahankan agar produk kami tetap bertahan diantara persaingan sekarang," tegasnya.

Pabrik Siropen Telasih yang berada di Jl. Mliwis No. 5, Surabaya, merupakan pabrik minuman lengendaris khas Surabaya yang ada sejak tahun 1923 silam. Pabrik ini dibangun oleh JC Van Drongelen Hellfach yang merupakan orang Belanda.

"Pabrik ini sudah ada sejak 1923 silam, JC Van Drongelen Hellfach yang mendirikannya," terang L.M Alfian marketing perusahaan.

Bangunan bergaya Eropa kuno ini masih sama seperti dahulu, hanya terdapat beberapa renovasi saja.

Nampak pada sisi luar bangunan yang bertuliskan, 'Pabrik Limoen JC Van Drongelen Hellfach'.

Sejak tahun 1962, pabrik bersejarah ini diambil alih oleh Pemprov Jatim yang kemudian pada tahun 2002 pabrik ini dikelola oleh PT. Pabrik Es Wira Jatim yang kini berganti nama menjadi PT. Moya Kasri Wira Jatim.

Bangunan yang menjadi cagar budaya Pemkot Surabaya ini masih terawat dengan baik, bahkan tempat ini masih menjadi tempat produksi minuman sirup yang melegenda itu.

"Dari dulu memang bangunannya seperti ini, nggak ada perubahan. Hanya ada renovasi saja untuk perawatan bangunannya," pungkas Alfin.

Reporter: Reiffia S. Dwiyoto

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.