Rabu, 22 Jul 2026 08:49 WIB

Umat Buddha di Malang Terharu Bisa Kembali Rayakan Waisak Bersama

Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan (Foto-foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan (Foto-foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Ada yang berbeda dari perayaan Waisak di Kabupaten Malang tahun ini. Tampak sejumlah Umat Buddha merayakan secara suka cita bersama-sama di Candi Sumberawan Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (16/05/2022).

Ketua Vihara Vajra Bumi Buddhaloka Tantrayana Wagir, Joko menyebut bahwa perayaan Waisak tahun ini terasa spesial.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

"Kalau dulu (saat Pandemi Covid-19) kita merayakan Waisak di vihara masing-masing didampingi kapolsek. Jadi selalu dicek apakah sudah sesuai protokol kesehatan atau tidak. Dan juga disesuaikan ruangan kita cukup berapa orang. Kalau cuma 10 orang ya 10 orang saja, sedangkan sisanya di luar," terang Joko penuh haru.

"Kalau sekarang kan lebih enak. Tapi tidak lepas dari protokol kesehatan. Karena sebelum kita bhakti kepada agama, aturan pemerintah itu ditaati," ungkapnya.

Joko juga mengungkapkan jika sebenarnya sejak dulu Umat Buddha di Malang merayakan Waisak di Candi Borobudur.

"Tapi tahun ini di sini (Candi Sumberawan), karena saat ini di Borobudur tidak boleh didatangi banyak orang. Sehingga yang ke Borobudur hanya perwakilan saja," tegasnya.

Joko menambahkan, di Vihara Vajra Bumi Buddhaloka Tantrayana Wagir ini ada upacara khusus saat malam sebelum Waisak.

Baca Juga: Bapak dan Anak Pengasuh Ponpes di Malang Ditangkap, Diduga Lecehkan Santriwati

Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi SumberawanUmat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan

"Setiap tahun saat malam sebelum Waisak kita melakukan cuci ruang Buddha kecil menggunakan Bunga Setaman. Kita juga buat taman bunga dan taman buah yang kita hias," jelas dia.

Dia berpesan kepada Umat Buddha di Malang Raya agar lebih bisa menjadi pribadi yang terus berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Baca Juga: Pemandangan Alam dan Ragam Trek Jadi Daya Tarik Selorejo Run Challenge Malang

"Pesan saya kepada umat, kita tidak merayakan sekali atau dua kali, tapi setiap tahun. Jadi, bagaimana kita mengubah diri tidak hanya saat merayakan Waisak, tapi berubah lebih baik tanpa henti," tuturnya.

"Harapan saya Umat Buddha di Malang Raya bisa lebih kompak lagi. Karena ini masih ada yang belum bisa datang, harapannya bisa lebih banyak lagi sekte yang bisa datang. Karena ini yang dari Batu belum bisa datang," pungkas Joko.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.