Sabtu, 06 Jun 2026 11:49 WIB

Umat Buddha di Malang Terharu Bisa Kembali Rayakan Waisak Bersama

Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan (Foto-foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)
Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan (Foto-foto: Rizal Adhi Pratama/jatimnow.com)

Malang - Ada yang berbeda dari perayaan Waisak di Kabupaten Malang tahun ini. Tampak sejumlah Umat Buddha merayakan secara suka cita bersama-sama di Candi Sumberawan Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (16/05/2022).

Ketua Vihara Vajra Bumi Buddhaloka Tantrayana Wagir, Joko menyebut bahwa perayaan Waisak tahun ini terasa spesial.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

"Kalau dulu (saat Pandemi Covid-19) kita merayakan Waisak di vihara masing-masing didampingi kapolsek. Jadi selalu dicek apakah sudah sesuai protokol kesehatan atau tidak. Dan juga disesuaikan ruangan kita cukup berapa orang. Kalau cuma 10 orang ya 10 orang saja, sedangkan sisanya di luar," terang Joko penuh haru.

"Kalau sekarang kan lebih enak. Tapi tidak lepas dari protokol kesehatan. Karena sebelum kita bhakti kepada agama, aturan pemerintah itu ditaati," ungkapnya.

Joko juga mengungkapkan jika sebenarnya sejak dulu Umat Buddha di Malang merayakan Waisak di Candi Borobudur.

"Tapi tahun ini di sini (Candi Sumberawan), karena saat ini di Borobudur tidak boleh didatangi banyak orang. Sehingga yang ke Borobudur hanya perwakilan saja," tegasnya.

Joko menambahkan, di Vihara Vajra Bumi Buddhaloka Tantrayana Wagir ini ada upacara khusus saat malam sebelum Waisak.

Baca Juga: Bikkhu Buddha di Tulungagung Gelar Tradisi Pindapata Jelang Waisak

Umat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi SumberawanUmat Buddha di Malang Raya saat merayakan Waisak di Candi Sumberawan

"Setiap tahun saat malam sebelum Waisak kita melakukan cuci ruang Buddha kecil menggunakan Bunga Setaman. Kita juga buat taman bunga dan taman buah yang kita hias," jelas dia.

Dia berpesan kepada Umat Buddha di Malang Raya agar lebih bisa menjadi pribadi yang terus berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Baca Juga: Pedagang Ayam di Malang Tega Bacok Teman, Ini Motifnya

"Pesan saya kepada umat, kita tidak merayakan sekali atau dua kali, tapi setiap tahun. Jadi, bagaimana kita mengubah diri tidak hanya saat merayakan Waisak, tapi berubah lebih baik tanpa henti," tuturnya.

"Harapan saya Umat Buddha di Malang Raya bisa lebih kompak lagi. Karena ini masih ada yang belum bisa datang, harapannya bisa lebih banyak lagi sekte yang bisa datang. Karena ini yang dari Batu belum bisa datang," pungkas Joko.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.