Rabu, 22 Jul 2026 19:53 WIB

Keren! Mahasiswa ITS Bikin Abon dari Limbah Kulit Pisang

Mahasiswa ITS penggagas produk S&S Abon, (dari kiri) Sri Irna Solihatun Ummah, Fadhila Rosyidatul 'Arifah dan Intan Mey Setyaningrum menunjukkan gambaran produk inovasi timnya (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)
Mahasiswa ITS penggagas produk S&S Abon, (dari kiri) Sri Irna Solihatun Ummah, Fadhila Rosyidatul 'Arifah dan Intan Mey Setyaningrum menunjukkan gambaran produk inovasi timnya (Foto: Humas ITS/jatimnow.com)

Surabaya - Abon berbahan dasar daging tentu sudah lazim dijumpai, tapi bagaimana dengan abon dari kulit pisang? Inilah ide inovasi produk makanan yang ditawarkan tim Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Memiliki efek anti depresi, abon kulit pisang ini dikenalkan dalam berbagai rasa yang enak.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Ketua tim Fadhila Rosyidatul 'Arifah menerangkan bahwa timnya memilih kulit pisang sebagai bahan baku abon dikarenakan melihat banyaknya penumpukan sampah kulit pisang sisa industri makanan berbahan baku pisang.

"Kami melakukan seleksi terhadap kulit pisang yang akan digunakan sehingga memiliki nutrisi yang baik, masih segar dan layak diolah," jelas Fadhila, Kamis (12/5/2022).

Mahasiswa Departemen Teknik Material dan Metalurgi ini juga mengungkapkan alasan lain memilih kulit pisang sebagai bahan baku. Menurutnya, kulit pisang diketahui mengandung banyak nutrisi, salah satunya adalah serotonin.

"Kandungan yang disimpan dalam bentuk vitamin B6 ini sendiri mampu mengurangi efek depresi," ungkapnya.

Untuk menggaet target pasar yang lebih luas, tim yang menamakan usahanya S&S Abon ini menginovasikan abon kulit pisang dengan berbagai rasa. Adapun rasa yang tersedia yaitu coklat, red velvet, matcha, rumput laut, ayam, sapi dan ikan bakar.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Abon dari limbah kulit pisang bikinan mahasiswa ITSAbon dari limbah kulit pisang bikinan mahasiswa ITS

"Dengan banyaknya rasa yang tersedia, S&S Abon diharapkan mampu bertahan dengan banyaknya selera konsumen," ujarnya.

Selain rasa, lanjut Fadhila, timnya juga memikirkan aspek pengemasan S&S Abon. Abon ini dikemas dengan kemasan ziplock berhias gambar maskot S&S Abon dengan warna yang menarik. Meski demikian, S&S Abon tetap memiliki harga yang relatif terjangkau, yaitu Rp 10 ribu untuk kemasan 100 gram.

Baca Juga: ITS Kenalkan Traktor Listrik Berbentuk Perahu, Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

Dalam rancangan pemasaran produk sendiri, tim ini berencana memanfaatkan media penjualan daring dan media sosial. Inovasi ini pun berhasil mengantarkan Fadhila dan dua rekannya, yaitu Intan Mey Setyaningrum dari Teknik Fisika dan Sri Irna Solihatun Ummah dari Departemen Matematika, menyabet medali perak dalam ajang Business Model Canvas Competition (BMCC) di Universitas Brawijaya, beberapa waktu lalu.

Ke depan, tim yang dibimbing oleh dosen Erna Septyaningrum tersebut berharap produk ini dapat diuji lebih lanjut dan dapat diedarkan ke pasaran.

"Harapannya, produk ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat dipasarkan dalam skala nasional hingga internasional," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.