Rabu, 22 Jul 2026 19:03 WIB

Tak Ingin Uang THR Cepat Habis? Ikut Tips Berikut

Dr Imron Mawardi SP MSi. (Foto: Humas Unair Surabaya)
Dr Imron Mawardi SP MSi. (Foto: Humas Unair Surabaya)

Surabaya - Momentum penghujung Ramadan yang identik dengan uang tunjangan hari raya (THR) adalah salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian masyarakat.

Namun, kurangnya wawasan mengenai pentingnya pengelolaan, menjadi penyebab mudah menguapnya uang tersebut.

Baca Juga: Ikut Halalbihalal, Tiga Sivitas ITS Surabaya Dapat Hadiah Umroh

Pakar dari Universitas Airlangga (UNAIR), Dr Imron Mawardi SP MSi, menuturkan bahwa penyebab mudah menguapnya uang THR itu adalah kurangnya kebijakan dalam pengelolaan uang tersebut.

Menurut Imron, pengelolaan dapat dilakukan dengan dua langkah, yaitu dengan mendahulukan kebutuhan prioritas, seperti kewajiban dan nazar. Setelah itu baru membelanjakan keperluan lain, seperti keperluan keluarga untuk lebaran, dengan tetap mendahulukan kebutuhan.

"Dalam hidup ini kan ada need, ada wants. Ada kebutuhan, ada keinginan. Maka, utamakanlah yang kebutuhan-kebutuhan dulu, jangan yang keinginan,” pesan Imron, Jumat (29/4/2022).

Dosen Ekonomi Syariah tersebut juga menyinggung fenomena tidak terealisasinya skala prioritas akibat perilaku kurang disiplin masyarakat untuk mengontrol hawa nafsunya sendiri.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Imron juga memberi pesan agar masyarakat mencatat prioritas dan bertindak konsekuen, tidak terpengaruh pada diskon maupun hal lain.

Baca Juga: Lebaran 2026, Bongkar Muat di Priok Tetap Stabil

Dikaitkan dengan salah satu konsep ekonomi, yakni teori behavior, Imron juga menekankan pentingnya membelanjakan uang berdasarkan manfaat utamanya.

“Apalagi kalau kita muslim itu kan yang paling penting itu kan utilitas, bahwa sesuatu yang kita beli harus sesuatu yang memang punya manfaat yang paling besar,” terang Imron.

Hal yang tak kalah penting dalam mengelola uang THR, yakni dengan menginvestasikannya. Masyarakat bisa memilih investasi yang secara potensial harganya akan naik di masa depan sehingga dapat digunakan untuk perencanaan jangka panjang.

“Yang kita batasi adalah konsumsi dengan cara mengurangi pendapatan dengan saving yang harus disisihkan sehingga konsumsi kita akan menyesuaikan dari sisanya tadi. Itu hal yang paling penting,” tambah Imron.

Baca Juga: Trafik Data Indosat Naik 20 Persen Saat Mudik Lebaran 2026

Imron juga tak lupa untuk mengingatkan seberapa penting masyarakat untuk mengetahui cara mengelola uang THR sedini mungkin. Ia mengaitkannya dengan keberkahan rezeki yang nantinya akan didapat apabila kita benar-benar membelanjakan rezeki tersebut pada sesuatu dengan value yang tinggi.

Lebih lanjut, ia juga memaparkan tips pengelolaan uang THR.

“Pertama, gunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban dan kewajiban tertunda. Kemudian, setelah itu belanja sesuai rencana dan berdasarkan prioritas. Ketiga, hanya membelanjakan kepada hal-hal yang memang dibutuhkan dan yang keempat tetap menyisihkan THR yang merupakan pendapatan bukan rutin ini untuk saving,” tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.