Sabtu, 06 Jun 2026 12:48 WIB

Kisah Brigadir Gatot, dari Guru Ngaji Hingga Menyisihkan Tunjangan

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 06 Mar 2018 18:22 WIB
Brigadir Gatot mengajar anak-anak lingkungannya mengaji.
Brigadir Gatot mengajar anak-anak lingkungannya mengaji.

jatimnow.com - Pemikiran bahwa seorang polisi hanya mengatur lalu lintas dan menangkap penjahat mungkin pikiran jaman old. Tidak untuk jaman now.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidoharjo, Polsek Pacitan, Brigadir Gatot Dwi Ananto (32). Di tengah kesibukannya menggandeng masyarakat, Brigadir Gatot juga menggandeng anak-anak di lingkungannya untuk belajar mengaji.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

"Saya semua sudah lengkap. Apalagi cita-cita dari kecil saya ingin mengajar ngaji. Tapi saya jadi polisi. Jadi kenapa tidak polisi sambil mengajar ngaji?" cerita Brigadir Gatot kepada jatimnow.com, Selasa (6/3/2018).

Gatot pun mengatakan, awalnya hatinya bergerak ketika tahu di lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, bisa dilihat nuansa agamisnya kurang. Anak kecil dibiarkan begitu saja.

"Itu yang membuat hati saya bergerak. Anak-anak dibiarkan begitu saja. Istri saya sebelumnya juga ngajar ngaji mendukung," kata Suami dari Arifah Ulin Nuha ini.

Dia pun memulainya dengan sedikit demi sedikit. Dia mengaku yang penting ikhlas. Termasuk tunjangannya yang Rp 1,1 juta disisihkan untuk membeli kaos.

"Saya sisihkan sedikit demi sedikit. Saya beli kaos 10 buah dulu. Kemudian bulan berikutnya 10 sampai terkumpul 30. Baru disablon Bahrun Najah sesuai nama mushola," kata pria kelahiran Semarang, 7 Februari 1986 silam ini.

Dia menjelaskan, kaos itu juga sebagai pancingan. Sehingga banyak anak yang ingin belajar mengaji. Seperti tujuan awalnya.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

"Saat ini anak yang ngaji kepadanya bertambah. Dari semula 7 orang menjadi 30 an orang. Sehingga yang semula di rumahnya dipindah ke mushola Bahrun Najah," katanya.

Tidak hanya itu, Brigadir Gatot bersama istrinya juga sepekan sekali mengajak anak-anak untuk jalan-jalan ke pantai. Karena ibadah tidak hanya mengaji melainkan mengenalkan ciptaan Allah SWT juga.

Dia pun mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi di lapangan. Apalagi banyak anak yang baru bergabung dan ingin langsung membaca Al Qur'an.

"Setelah dites ternyata banyak bacaan yang salah. Akhirnya saya turunkan ke Iqro. Tapi orang tua nya marah. Baru saya kasih pengertian," katanya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.