Rabu, 22 Jul 2026 04:05 WIB

Kisah Brigadir Gatot, dari Guru Ngaji Hingga Menyisihkan Tunjangan

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 06 Mar 2018 18:22 WIB
Brigadir Gatot mengajar anak-anak lingkungannya mengaji.
Brigadir Gatot mengajar anak-anak lingkungannya mengaji.

jatimnow.com - Pemikiran bahwa seorang polisi hanya mengatur lalu lintas dan menangkap penjahat mungkin pikiran jaman old. Tidak untuk jaman now.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidoharjo, Polsek Pacitan, Brigadir Gatot Dwi Ananto (32). Di tengah kesibukannya menggandeng masyarakat, Brigadir Gatot juga menggandeng anak-anak di lingkungannya untuk belajar mengaji.

Baca Juga: Polri dan Kepolisian China Tukar Buronan, 3 WNA dengan 1 WNI Pelaku Penipuan

"Saya semua sudah lengkap. Apalagi cita-cita dari kecil saya ingin mengajar ngaji. Tapi saya jadi polisi. Jadi kenapa tidak polisi sambil mengajar ngaji?" cerita Brigadir Gatot kepada jatimnow.com, Selasa (6/3/2018).

Gatot pun mengatakan, awalnya hatinya bergerak ketika tahu di lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, bisa dilihat nuansa agamisnya kurang. Anak kecil dibiarkan begitu saja.

"Itu yang membuat hati saya bergerak. Anak-anak dibiarkan begitu saja. Istri saya sebelumnya juga ngajar ngaji mendukung," kata Suami dari Arifah Ulin Nuha ini.

Dia pun memulainya dengan sedikit demi sedikit. Dia mengaku yang penting ikhlas. Termasuk tunjangannya yang Rp 1,1 juta disisihkan untuk membeli kaos.

"Saya sisihkan sedikit demi sedikit. Saya beli kaos 10 buah dulu. Kemudian bulan berikutnya 10 sampai terkumpul 30. Baru disablon Bahrun Najah sesuai nama mushola," kata pria kelahiran Semarang, 7 Februari 1986 silam ini.

Dia menjelaskan, kaos itu juga sebagai pancingan. Sehingga banyak anak yang ingin belajar mengaji. Seperti tujuan awalnya.

Baca Juga: Bidpropam Polda Jatim Tes Urine Puluhan Anggota Polres Kediri Kota

"Saat ini anak yang ngaji kepadanya bertambah. Dari semula 7 orang menjadi 30 an orang. Sehingga yang semula di rumahnya dipindah ke mushola Bahrun Najah," katanya.

Tidak hanya itu, Brigadir Gatot bersama istrinya juga sepekan sekali mengajak anak-anak untuk jalan-jalan ke pantai. Karena ibadah tidak hanya mengaji melainkan mengenalkan ciptaan Allah SWT juga.

Dia pun mengatakan, banyak tantangan yang dihadapi di lapangan. Apalagi banyak anak yang baru bergabung dan ingin langsung membaca Al Qur'an.

"Setelah dites ternyata banyak bacaan yang salah. Akhirnya saya turunkan ke Iqro. Tapi orang tua nya marah. Baru saya kasih pengertian," katanya.

Baca Juga: Kasus Catatan Sipil Endang Dibuka Lagi, Polda Jatim Gelar Perkara Khusus

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.