Jumat, 12 Jun 2026 18:06 WIB

Berburu Bakso Ketro Ponorogo, Hanya Buka Sekitar 3 Jam Setiap Hari

Bakso Ketro di Ponorogo Ludes dalam waktu 3 jam.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Bakso Ketro di Ponorogo Ludes dalam waktu 3 jam.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Warung Bakso Ketro cukup terkenal di Ponorogo. Lokasinya di Jalan Cinde Willis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Warung bakso yang diberi nama sesuai pemiliknya, Ketro, itu hanya bukan 2-3 dalam sehari. Penasaran seperti apa?

Warung Bakso Ketro cukup sederhana. Hanya ada satu gerobak di depan. Sang pemilik, Ketro meladeni pelanggan bersama istrinya. Anaknya membantu membuatkan minuman.

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Racikan Bakso Ketro juga sangat sederhana. Hanya bola-bola daging, kaldu, bihun, dan sayur sebagai pelengkap. Ditambah gorengan yang siap menggoyang lidah setiap pelanggan.

Warung Bakso Ketro mulai diserbu pelanggan mulai pukul 11.00 WIB atau mendekati jam istirahat pegawai. Kursi yang disediakan bakal penuh pengunjung.

"Di sini yang membedakan adalah baksonya. Lembut, sangat lembut sekali. Jadi kayak nggak ada campurannya yang lain, " ujar salah satu penikmat bakso, Pebrianti, Rabu (30/3/2022).

Bakso Ketro di Ponorogo Ludes dalam waktu 3 jam.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)Bakso Ketro di Ponorogo Ludes dalam waktu 3 jam.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pebri mengaku ketagihan dengan Bakso Ketro. Kuahnya sangat terasa. Dia pun rela datang lebih awal ke warung Bakso Ketro.

Menurutnya, jam-jam makan siang biasanya banyak pembeli. Buka pukul 11.00 WIB, Bakso Ketro sudah habis sekitar pukul 14.00 WIB.

"Saya sempat ngaplo (tidak kebagian), lo. Waktu itu masih pukul 14.00 WIB kurang dikit. Tapi baksonya sudah habis, ludes. Enak, murah lagi. Cuma Rp10 ribu satu mangkok, " terangnya.

Baca Juga: Kota Lama Surabaya Punya Destinasi Baru, 10 Regentstraat

Jadi sebelum datang, Pebri kerap menghubungi pemilik warung melalui telepon terlebih dahulu. Jika pemilik warung menyampaikan bakso masih tersedia, dia pun datang.

Sementara pemilik warung bakso, Ketro mengaku sudah berjualan sejak 1978. Namun tidak menetap seperti sekarang. Awalnya, ia berjualan berkeliling. Alhasil, banyak pelanggan yang kebingungan mencarinya. Dari situlah, Ketro memilih untuk membuka warung bakso di rumahnya pada 1980-an

"Tidak ada resep khusus, resep rahasia. Yang jelas saya mencoba akrab dengan semua pelanggan. Biar mereka juga kembali dan menikmati bakso buatan saya, " pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.