Minggu, 14 Jun 2026 04:36 WIB

Peringati Hari Jadi Kabupaten Kediri, Mas Dhito Napak Tilas di Desa Siman

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melakukan napak tilas.(Foto: Dok. Humas Pemkab Kediri)
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melakukan napak tilas.(Foto: Dok. Humas Pemkab Kediri)

Kediri - Sejumlah rangkaian acara digelar dalam memperingari HUT ke-1218 Kabupaten Kediri. Salah satunya Niti Sowan Harinjing atau napak tilas jejak-jejak Prasasti Harinjing di Desa Siman. Acara diikuti langsung Bupati Kediri Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau akrab disapa Mas Dhito.

Napak tilas dihadiri pula sejumlah pejabat Pemkab Kediri, Kepala Desa Siman, perwakilan warga serta Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Kegiatan ditujukan sebagai refleksi diri dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Dalam kegiatan napak tilas, Mas Dhito menanam bambu kuning di lokasi titik nol Harinjing yang berada di salah satu sudut bekas kebun kopi Dusun Sukabumi. Lokasi yang kini menjadi lahan tebu itu tempat ditemukannya Prasasti Harinjing pada 1916.

"Dalam prasasti tersebut tertulis kata Kadiri, dari sinilah kata Kediri itu berasal," ujarnya, Jumat (25/3/2022).

Kini, Prasasti Harinjing disimpan di Museum Nasional Jakarta. Usai napak tilas di titik awal penemuan Prasasti Harinjing, dilanjutkan ke Prasasti Siman yang masih tertinggal di Desa Siman. Lalu ke Monumen Harinjing karya Bupati Asmono pada 1985.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

"Kami napak tilas sekaligus mendoakan para leluhur, pejuang bangsa yang ada khususnya di Kabupaten Kediri ini," tuturnya.

Terpisah, Kabid Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko menerangkan, melalui kegiatan doa bersama itu harapannya bisa meneladani Bhagawanta Bari sebagai tokoh pelopor pembangunan Kediri di masa lalu untuk dasar membangun di masa depan.

"Untuk penanaman pohon bambu kuning oleh bupati itu untuk menandai titik nol Harinjing, (diartikan pula) sebagai simbolisme umbul doa," terangnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Tulisan dalam Prasasti Harinjing secara umum menerangkan tentang pembebasan atas pajak dan iuran oleh Rakai Layang Dyah Tulodhong atau Raja Mataram Kuno kepada Bhagawanta Bari, atas jasanya membuat tanggul di Sungai Harinjing. Sehingga dapat menanggulangi banjir dan meningkatkan hasil pertanian.

(ADV)

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.