Kamis, 23 Jul 2026 09:45 WIB

Universitas Muhammadiyah Surabaya Luncurkan Anggrek Virtual Tour

Anggrek Virtual Tour.(Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Anggrek Virtual Tour.(Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Universitas Muhammadiyah Surabaya menggagas wisata virtual melalui laman YouTube UMSurabaya. Peluncurannya dilakukan dalam serangkaian Festival Litersasi Semeru (FLS) 2022 saat milad ke-38 yang puncaknya digelar Rabu (23/3/2022). Melalui wisata virtual, pihak Universitas Muhammadiayh Surabaya mengajak masyarakat untuk mengenali ratusan jenis anggrek asli lereng Semeru. Tepatnya adi Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candi Puro, Kabupaten Lumajang.

"Anggrek Virtual Tour adalah agenda mengenalkan berbagi jenis anggrek dan cara teknis membudidayakannya. Acara dipandu warga lokal yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan Anggrek dibantu para relawan Matana (Mahasiswa Tanggap Bencana)."ujar Manager Director FSL 2022 Radius Setiyawan saat ditemui di lokasi acara.

Baca Juga: Kunjungi Umsura, Kepala BRIN Dorong Riset Jadi Produk

Aktivis konservasi Anggrek Semeru Saiful Amiri menjelaskan, kurang lebih ada 242 jenis anggrek di Semeru. Jumlah tersebut setelah erupsi Gunung Semeru.

"Pascaerupsi Semeru, saya melakukan pemantauan kondisi Anggrek di gunung. Terpantau kondisinya tidak terlalu terganggu. Saya bersama beberapa relawan mahasiswa menyusuri gunung melihat satu per satu habitatnya. Berbagai Anggrek yang unik dan menarik kami temui di sana." ujar Cak Saif, panggilan akrab Saiful.

Dari ratusan anggrek, ada tiga jenis yang menarik perhatian. Yakni jenis Anggrek terkecil di dunia, Anggrek Permata dan Anggrek Hantu.

Baca Juga: Umsura Buka Klinik Rawat Inap, Warga Bisa Akses Layanan Kesehatan

"Corybas Pictus merupakan salah satu jenis Anggrek terkecil di dunia. Bentuknya kecil berwarna hijau dan merupakan salah satu jenis tanaman yang langka," ujar Saif dalam live Youtube UM Surabaya

Selain Saif, relawan Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) UMSurabaya Syahril Ali Syabana juga ikut menjelaskan.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

"Macodes Petola atau orang menyebutnya Anggrek Permata dengan ciri khas urat daun menyemburkan kilauan seperti permata, terutama pada malam hari. Tanaman ini pada 1990 adalah salah satu jenis yang paling diburu. Sehingga pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan status tanaman jenis tersebut dilindungi" ujar Syahril.

Sedangkan jenis satunya adalah Chilostita Javanica atau Anggrek Hantu. Jenis tanaman ini tidak mempunyai daun. Hanya mempunyai akar dan bunga kecil. Nama hantu disematkan karena tanaman mudah menyamar. Hal tersebut bagian dari adaptasi. Selain itu, penampakan bunganya menyerupai sosok hantu.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.