Senin, 08 Jun 2026 08:42 WIB

Universitas Muhammadiyah Surabaya Luncurkan Anggrek Virtual Tour

Anggrek Virtual Tour.(Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Anggrek Virtual Tour.(Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Universitas Muhammadiyah Surabaya menggagas wisata virtual melalui laman YouTube UMSurabaya. Peluncurannya dilakukan dalam serangkaian Festival Litersasi Semeru (FLS) 2022 saat milad ke-38 yang puncaknya digelar Rabu (23/3/2022). Melalui wisata virtual, pihak Universitas Muhammadiayh Surabaya mengajak masyarakat untuk mengenali ratusan jenis anggrek asli lereng Semeru. Tepatnya adi Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candi Puro, Kabupaten Lumajang.

"Anggrek Virtual Tour adalah agenda mengenalkan berbagi jenis anggrek dan cara teknis membudidayakannya. Acara dipandu warga lokal yang sudah bertahun-tahun bergelut dengan Anggrek dibantu para relawan Matana (Mahasiswa Tanggap Bencana)."ujar Manager Director FSL 2022 Radius Setiyawan saat ditemui di lokasi acara.

Baca Juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi

Aktivis konservasi Anggrek Semeru Saiful Amiri menjelaskan, kurang lebih ada 242 jenis anggrek di Semeru. Jumlah tersebut setelah erupsi Gunung Semeru.

"Pascaerupsi Semeru, saya melakukan pemantauan kondisi Anggrek di gunung. Terpantau kondisinya tidak terlalu terganggu. Saya bersama beberapa relawan mahasiswa menyusuri gunung melihat satu per satu habitatnya. Berbagai Anggrek yang unik dan menarik kami temui di sana." ujar Cak Saif, panggilan akrab Saiful.

Dari ratusan anggrek, ada tiga jenis yang menarik perhatian. Yakni jenis Anggrek terkecil di dunia, Anggrek Permata dan Anggrek Hantu.

Baca Juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue

"Corybas Pictus merupakan salah satu jenis Anggrek terkecil di dunia. Bentuknya kecil berwarna hijau dan merupakan salah satu jenis tanaman yang langka," ujar Saif dalam live Youtube UM Surabaya

Selain Saif, relawan Mahasiswa Tanggap Bencana (Matana) UMSurabaya Syahril Ali Syabana juga ikut menjelaskan.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

"Macodes Petola atau orang menyebutnya Anggrek Permata dengan ciri khas urat daun menyemburkan kilauan seperti permata, terutama pada malam hari. Tanaman ini pada 1990 adalah salah satu jenis yang paling diburu. Sehingga pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyatakan status tanaman jenis tersebut dilindungi" ujar Syahril.

Sedangkan jenis satunya adalah Chilostita Javanica atau Anggrek Hantu. Jenis tanaman ini tidak mempunyai daun. Hanya mempunyai akar dan bunga kecil. Nama hantu disematkan karena tanaman mudah menyamar. Hal tersebut bagian dari adaptasi. Selain itu, penampakan bunganya menyerupai sosok hantu.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.