Selasa, 28 Jul 2026 09:44 WIB

Antre 1,5 Jam dan Berpanas-panasan, Warga Ponorogo Gagal Dapatkan Migor Curah

Warga Ponorogo gagal membeli migor curah setelah antre lama.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Warga Ponorogo gagal membeli migor curah setelah antre lama.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Minyak goreng (migor) menjadi barang langka di Kabupaten Ponorogo. Warga yang hendak membelinya pun harus rela antre dan berdesak-desakan. Sepeti terjadi di Toko Sabar Jaya, Jalan K.H Ahmad Dahlan, Ponorogo, Rabu (23/3/2022).

Pantauan di lokasi, warga mulai mengantre sejak sekitar pukul 06.30 WIB. Mereka terlihat membawa jerigen besar. Namun sayang, tidak semua warga yang antre kebagian minyak goreng curah. Mereka pun harus balik dengan tangan hampa meski sudah antre selama 1,5 jam.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Panas-panas, antre, keringatan. Sudah tidak sarapan malah tidak dapat minyak goreng, " ujar warga yang kecewa tidak dapat minyak goreng curah, Suwiji.

Dia pun tidak tahu harus mencari minyak goreng curah di mana. Sebab toko sembako penjual minyak goreng curah di Bumi Reog sudah tidak menyediakan.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Suwiji mengaku jika tidak mendapatkan minyak goreng curah, tentu tidak bisa membuka warungnya.

"Saya jualan gorengan, pecel. Sudah 3 hari nggak jualan. Ya kalau memang nggak dapat, ya libur lagi," keluhnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

Pegawai Toko Sabar Jaya, Yanto mengaku minyak goreng curah datangnya hanya sepekan sekali. Padahal biasanya sepekan datang 3 sampai 4 kali. Kini, pasokannya hanya 14 ton dalam sepekan. Dulu sekali datang sebanyak 54 ton. Dengan kondisi ini, warga yang membeli migor juga dibatasi.

"Subsidi keluarnya agak lambat. Per kilogram Rp15.500. Dulu sepekan tiga kali. Sekarang hanya satu kali saja. Itupun datangnya cuma separuh," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.