Minggu, 14 Jun 2026 01:25 WIB

Lima Orang Diperiksa Terkait Kecelakaan Bus Ditabrak Kereta Api di Tulungagung

Bus pariwisata Harapan Jaya yang tertabrak kereta api di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Bus pariwisata Harapan Jaya yang tertabrak kereta api di Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Sebanyak 5 saksi telah dimintai keterangan oleh Satlantas Polres Tulungagung, terkait insiden kecelakaan maut antara bus dan kereta api.

Mereka merupakan saksi di lokasi kejadian, seperti penumpang, sopir serta kenek. Kondisi sopir sendiri telah sehat dan sudah keluar dari rumah sakit.

Baca Juga: Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Sebelumnya sopir bernama Septianto Dhany Istyawan (34), warga Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, sempat menjalani perawatan di RSUD dr Iskak karena mengalami luka ringan.

Baca juga:

Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Bayu Agustyan menerangkan, saat ini status sopir bus nahas tersebut masih sebatas saksi. Septian sendiri masih berada di kantor Satlantas untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu polisi juga masih menunggu hasil olah TKP yang dilakukannya. Dalam proses ini mereka dibantu oleh Polda Jawa Timur dan Korlantas Mabes Polri.

Baca Juga: Asyik Nongkrong di Warung Kopi, Puluhan Pelajar di Tulungagung Terjaring Razia

"Jadi masih belum bisa disimpulkan hasilnya, saksi masih kita periksa dan kita juga menunggu hasil olah TKP," ujarnya, Senin (28/02/2022).

Dari hasil pemeriksaan sementara, sopir mengaku tidak melihat adanya rambu atau papan peringatan di lokasi sekitar perlintasan kereta api ini. Padahal sejumlah rambu peringatan sudah dipasang di beberapa titik jalur menuju perlintasan tersebut. Meskipun begitu polisi sendiri masih mendalami hasil pemeriksaan para saksi ini

"Nanti akan segera kita gelarkan kasusnya setelah semua barang bukti dan keterangan kita anggap cukup," tuturnya.

Baca Juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair yang Digelar Disnakertrans Tulungagung

Sebelumnya, kecelakaan antara bus pariwisata dan kereta api Rapih Dhoho terjadi di perlintasan tanpa palang pintu masuk Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (27/2/2022) pagi.

Bus tersebut mengangkut 41 penumpang, yang merupakan karyawan toko plastik. Rencananya rombongan ini akan berwisata ke Kota Batu. Sebanyak 6 penumpang meninggal dunia akibat kecelakaan ini. Empat penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian, dan dua sisanya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.