Minggu, 14 Jun 2026 07:11 WIB

Hujan Es Juga Terjadi di Nganjuk, Masyarakat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Senin, 21 Feb 2022 19:15 WIB
Fenomena hujan es terjadi di Surabaya. (Foto: Twitter @fajarwh22)
Fenomena hujan es terjadi di Surabaya. (Foto: Twitter @fajarwh22)

Surabaya - Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Tonny Setyawan mengatakan, fenomena hujan es tidak hanya terjadi di Surabaya, juga terjadi di wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Benar. Untuk sementara data yang masuk, terjadinya hujan itu ada di wilayah Surabaya dan Nganjuk," sebut Tonny saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (21/2/2022).

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Baca juga: Hujan Es Terjadi di Beberapa Wilayah Surabaya, Begini Penjelasan BMKG

Tonny menjelaskan, hujan es itu terjadi karena tercapainya suhu konvektif sebagai syaratnya awan konvektif hujan atau awan karena terjadi pemanasan, sehingga terbentuk awan penghujan yang relatif tinggi.

"Untuk ketinggian 8-9 kilometer. Dengan suhu awan mencapai minus 69 sampai 100 derajat celcius. Untuk nilai pantulan radar itu mencapai 50-60 dibiset atau satuan uap air di dalam awan," jelasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kemudian awannya tinggi dan suhunya sampai minus 69-100 derajat celcius. Itu es yang turun tidak terkikis oleh angin atau udara, sehingga turunnya masih dalam bentuk es. Jadi intinya hujan es ini terjadi karena awannya tinggi," tambah Tonny.

Menurutnya, BMKG tidak bisa memprediksi hujan serupa (hujan es) akan kembali terjadi atau tidak. Namun, untuk cuaca ekstrem (hujan tinggi) diprediksi akan terjadi sepuluh hari ke depan.

"Hujan dengan relatif tinggi kemungkinan akan terjadi sepuluh hari ke depan. Tapi bisa terjadi atau tidak," paparnya.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

Untuk itu, pihaknya pun berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati saat keluar rumah. Apalagi saat berkendara.

"Lebih baik kalau hujan deras, angin atau ekstrem, lebih baik berteduh. Tapi jangan sampai di bawah pohon atau tempat-tempat yang rawan. Juga untuk anak-anak. Orang tua harus lebih waspada. Jangan main di selokan ataupun sungai. Itu sangat berbahaya," tandas Tonny.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.

1.000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Pembentukan Karakter Generasi Muda

“Harapannya mereka dapat menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi Kota Kediri maupun Indonesia,” ujar Mbak Vinanda.