Sabtu, 06 Jun 2026 19:42 WIB

Warga Gubeng Airlangga Surabaya Tagih Dana Hibah 2020 yang Belum Cair

Ajeng Wira Wati saat reses di Kelurahan Airlangga, Kec. Gubeng (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ajeng Wira Wati saat reses di Kelurahan Airlangga, Kec. Gubeng (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menggelar reses di Kelurahan Airlangga, Gubeng. Saat serap aspirasi itu, warga menanyakan tentang dana bantuan hibah hasil Musrenbang Kecamatan yang belum cair sejak tahun 2020.

Selain itu, mereka juga menanyakan tentang pokok pikiran (pokir) dari hasil Reses anggota DPRD Surabaya sejak tahun 2020 yang tak kunjung terealisasi hingga sekarang tahun 2022.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

"Warga telah berpartisipasi dengan mengikuti prosedur Perwali hibah dan pokir sesuai Permendagri nomer 86 tahun 2017, hingga sudah lanjut pada tahap proses verifikasi lapangan, tetapi di akhir tahun 2021 tidak ada pemberitahuan, ditunda tahun 2022 atau dibatalkan oleh Pemkot," ujar Ajeng kepada jatimnow.com, Kamis (17/2/2022).

Pokir-pokir itu diantaranya, perbaikan jalan di kelurahan Airlangga alias pavingisasi, serta pelebaran gorong-gorong untuk mengurai banjir.

Selain itu, warga juga mengeluhkan tentang terbatasnya kuota bantuan pendidikan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, seperti penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

"Manfaat program pemerintah pusat yaitu KIP untuk siswa sangat dinantikan oleh warga, karena terbatasnya kuota yang diambil dari data DTKS, sehingga tidak bisa menjangkau keseluruhan siswa yang MBR," jelas Politisi Gerindra Jawa Timur itu.

"Saya akan mendorong Pemkot untuk Duplikasi Program KIP untuk siswa MBR. Dengan KIP, siswa MBR bisa memanfaatkan untuk pemenuhan dan praktek kebutuhan belajar," imbuhnya.

Menurutnya, kurang maksimalnya pendataan tersebut karena keterbatasan wawasan dari kader aplikasi Sayang Warga di lapangan. Warga juga menilai aplikasi tersebut juga kurang terintegrasi dengan data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: Cara Politisi Gerindra Surabaya Berbagi Kebahagiaan dengan Ojol Moment Idul Adha

"Pendataan warga diharap tidak membebankan kader, pendataan memang utama, tetapi juga harus memudahkan kader. Usaha pendekatan juga lebih utama dan penting untuk mengurangi angka stunting, kekerasan dalam rumah tangga dan monitoring kesehatan ibu hamil," katanya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.