Rabu, 22 Jul 2026 13:51 WIB

Warga Gubeng Airlangga Surabaya Tagih Dana Hibah 2020 yang Belum Cair

Ajeng Wira Wati saat reses di Kelurahan Airlangga, Kec. Gubeng (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ajeng Wira Wati saat reses di Kelurahan Airlangga, Kec. Gubeng (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ajeng Wira Wati menggelar reses di Kelurahan Airlangga, Gubeng. Saat serap aspirasi itu, warga menanyakan tentang dana bantuan hibah hasil Musrenbang Kecamatan yang belum cair sejak tahun 2020.

Selain itu, mereka juga menanyakan tentang pokok pikiran (pokir) dari hasil Reses anggota DPRD Surabaya sejak tahun 2020 yang tak kunjung terealisasi hingga sekarang tahun 2022.

Baca Juga: Kinerja Lurah dan Camat di Surabaya Menurut DPRD

"Warga telah berpartisipasi dengan mengikuti prosedur Perwali hibah dan pokir sesuai Permendagri nomer 86 tahun 2017, hingga sudah lanjut pada tahap proses verifikasi lapangan, tetapi di akhir tahun 2021 tidak ada pemberitahuan, ditunda tahun 2022 atau dibatalkan oleh Pemkot," ujar Ajeng kepada jatimnow.com, Kamis (17/2/2022).

Pokir-pokir itu diantaranya, perbaikan jalan di kelurahan Airlangga alias pavingisasi, serta pelebaran gorong-gorong untuk mengurai banjir.

Selain itu, warga juga mengeluhkan tentang terbatasnya kuota bantuan pendidikan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, seperti penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap Alasan Intens Sidak di Lapangan

"Manfaat program pemerintah pusat yaitu KIP untuk siswa sangat dinantikan oleh warga, karena terbatasnya kuota yang diambil dari data DTKS, sehingga tidak bisa menjangkau keseluruhan siswa yang MBR," jelas Politisi Gerindra Jawa Timur itu.

"Saya akan mendorong Pemkot untuk Duplikasi Program KIP untuk siswa MBR. Dengan KIP, siswa MBR bisa memanfaatkan untuk pemenuhan dan praktek kebutuhan belajar," imbuhnya.

Menurutnya, kurang maksimalnya pendataan tersebut karena keterbatasan wawasan dari kader aplikasi Sayang Warga di lapangan. Warga juga menilai aplikasi tersebut juga kurang terintegrasi dengan data masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Anak Buah Eri Cahyadi: Jangan Manja, Kerja Nunggu Viral

"Pendataan warga diharap tidak membebankan kader, pendataan memang utama, tetapi juga harus memudahkan kader. Usaha pendekatan juga lebih utama dan penting untuk mengurangi angka stunting, kekerasan dalam rumah tangga dan monitoring kesehatan ibu hamil," katanya.



Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.