Sabtu, 06 Jun 2026 23:42 WIB

PLTU PJB Unit Pembangkitan Paiton Targetkan Bauran Co-Firing Hingga 50 Persen

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 05 Feb 2022 17:37 WIB
Bongkar muat batu bara di PJB Unit Pembangkitan Paiton (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Bongkar muat batu bara di PJB Unit Pembangkitan Paiton (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Probolinggo - PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkitan (UP) Paiton terus mengembangkan sejumlah strategi sejak diluncurkan co-firing pada Tahun 2020 hingga sekarang.

Salah satu tergetnya yaitu bisa meningkatkan bauran biomassa dalam program co-firing ke depan bisa mencapai 20 hingga 50 persen.

Baca Juga: 2 Pelajar Tewas Tenggelam di Ranu Betok Probolinggo

"Memang saat ini baurannya masih hampir 5 persen, tetapi untuk percepatan kami targetkan untuk bisa menguji menjadi 20 persen, bertahap menuju 30 persen hingga 50 persen bauran sehingga PLTU PJB UP Paiton akan jadi pionir co-firing," kata Plh General Manager PJB UP Paiton, Anggoro Hari dalam kunjungan PJB Media Day, Jumat (4/2/2022) hingga Sabtu (5/2/2022).

Anggoro menjelaskan, awal diluncurkan co-firing pada 2020, penggunaan biomassa sebagai bahan bakar campuran dengan batu bara masih mencapai 0,42 persen. Namun secara bertahap, co-firing terus ditingkatkan pada November 3,6 persen, dan pada Desember 2021 sudah mencapai 4,4 persen.

Kemudian investasi yang dibutuhkan untuk co-firing dengan bauran hingga 20 persen dibutuhkan sekitar Rp 2 miliar sebagai investasi conveyor yang lebih besar, bahkan untuk bauran 50 persen dibutuhkan 2,5 kali lipat lagi investasinya.

Bongkar muat batu bara di PJB Unit Pembangkitan PaitonBongkar muat batu bara di PJB Unit Pembangkitan Paiton

Menurut Anggoro, upaya substitusi pencampuran batu bara dan biomassa ini memang masih memiliki tantangan besar. Pasalnya, bahan baku biomassa yang melimpah di Indonesia tidak mudah digunakan begitu saja.

"Indonesia merupakan negara di khatulistiwa yang banyak hutan tropis dan banyak perusahaan bidang perkayuan yang memiliki bahan sisa dari perusahaan untuk dimanfaatkan sebagai biomassa. Jadi biomassa yang digunakan selama ini bukan dari hutan, tapi dari sisa proses perkayuan seperti sisa kayu gergaji," jelas dia.

Anggoro menambahkan, saat ini pasokan biomassa dengan potensi alternatif masih berada di sekitar wilayah PJB PU Paiton di antaranya seperti Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Lumajang dan Pasuruan dengan total 7 pengepul dan rerata memasok 516 ton per hari.

Sejumlah potensi biomassa yang bisa digunakan seperti sekam padi, cocopeat, wood chip, daun kayuputih dan tanaman Kaliandra.

Baca Juga: Mobil Terbakar di SPBU Semampir Probolinggo, Diduga Muat Banyak Jerikan

"Total penggunaan biomassa dari serbuk kayu kita saat ini mencapai 35.608,35 ton, dan dengan total green energy yang dibangkitkan yakni 35.986,684 MWh," sebutnya.

Sementara untuk memasok biomassa secara mandiri, PJB berencana untuk mengembangkan tanaman pohon Kaliandra yang pada tahap awal akan ditanam sebanyak 20.000 pohon di lahan kosong sekitar PLTU Paiton.

"Tahun lalu kami melakukan penanaman Kaliandra juga sebanyak 20.000. Lalu penanaman di PLTA di Malang. Jadi ketika proyek ini membuahkan hasil, maka 2 tahun lagi tanaman bisa dipanen untuk dijadikan biomassa," jelas dia.

Anggoro mencontohkan, untuk memasok biomassa 1 unit PLTU di Paiton, setidaknya dibutuhkan sebesar 1,2 juta hektar lahan tanaman Kaliandra per tahunnya. Secara total Paiton 1 dan 2 memiliki kapasitas pembangkit hingga 2x400 MW.

"Untuk memenuhi pasokan biomassa ini, kita perlu menjalin komunikasi dengan Perhutani karena yang punya lahan seluas itu mungkin Perhutani, sehingga ke depan akan terus dijembatani berapa harga kompetitif yang Perhutani memang bisa bergerak masuk ke PLTU," pungkasnya.

Baca Juga: Gadaikan Motor Ayah, Nakes di Probolinggo Pura-Pura Dibegal

Untuk program co-firing atau penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial dalam PLTU batu bara ini, merupakan salah satu upaya mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional hingga 23 persen pada 2025.

Co-firing PLTU juga merupakan bagian dari upaya PJB dalam mendukung isu strategis dan global untuk memenuhi Paris Agreement dan juga mendukung transformasi PLN pada pilar hijau.

Sejak go-live, co-firing PLU Paiton 1-2 telah berkontribusi terhadap pencapaian EBT sebanyak 7,4 MW tanpa belanja modal atau setara 16,14 juta kWh.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.