Minggu, 14 Jun 2026 03:20 WIB

Suspect Omicron Meningkat, Wisata di Kota Batu Tetap Beroperasi

Tempat wisata di Kota Batu beroperasi seperti biasa. (Foto: Galih Rakasiwi/Jatimnow.com)
Tempat wisata di Kota Batu beroperasi seperti biasa. (Foto: Galih Rakasiwi/Jatimnow.com)

Batu - Meningkatnya kasus terkonfirmasi Omicron tak membuat sektor pariwisata di Kota Batu tutup beroperasi. Pemkot sendiri belum mengeluarkan kebijakan untuk mencegah meluasnya potensi penularan.

Padahal, per 4 Februari 2022, Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kota Batu mencatat ada 9 pasien jalani isolasi di Rumah Sakit (RS), 11 pasien isolasi shelter, dan 5 pasien isolasi mandiri.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Salah satu destinasi wisata yang tetap buka, adalah Jatim Park. Wisata edukasi dan keluarga itu tetap beroperasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

"Sejauh ini belum ada arahan apapun dari pimpinan perusahaan. Pengunjung juga masih tetap datang dan masih juga ada permintaan pesanan wisata. Tetap kami layani. Harapan kami tidak tutup, meskipun kami ikut peraturan pemerintah," kata Humas Jatim Park Group, Titik S Ariyanto, Jumat (4/2/2022).

Pariwisata Jatim Park, lanjut Titik, baru saja buka pada Desember 2021. Sejauh ini, ada peningkatan jumlah kunjungan meskipun secara keseluruhan masih belum bisa mengembalikan keuntungan seperti sedia kala.

“Kami baru melek beberapa bulan ini. Pengunjung mulai datang, bis mulai ada. Ya kami bisa apa kalau memang sudah menjadi ketentuan jika ada pembatasan,” paparnya.

Meski sisi pariwisata di Jatim Park berjalan, masih ada beberapa staf yang belum menerima gaji penuh. Hal itu terjadi karena wahana tempat staf itu bekerja, belum beroperasi. Jam kerjanya pun tidak penuh seperti semula.

“Sampai saat ini, ada beberapa staf kami yang belum gajian 100 persen karena kondisi wahananya belum memungkinkan sehingga jam kerja menyesuaikan. Mereka menerima 80 persen gaji karena memang pemasukan secara umum belum memenuhi,” paparnya.

Harapannya, usaha pariwisata bisa tetap berjalan dengan prosedur protokol kesehatan yang lebih intens. Sejauh ini, para pengunjung yang datang ke JTP Group diwajibkan menunjukan dokumen resmi vaksinasi, jika tidak memiliki, maka dilarang untuk masuk. Mereka juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

“Kami tidak ingin mati kutu. Kalau tutup lagi dampaknya luar biasa,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief as Siddiq memaparkan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan di tempat wisata masih berjalan seperti biasanya. Belum ada penyesuaian signifikan mengantisipasi sebaran varian Omicron.

“Kami sudah melakukan rapat, salah satunya mengangkat permasalahan ini. Disparta sendiri menyiapkan prosedur sesuai instruksi dari pemerintah pusat melalui Inmendagri,” katanya.

Arief menegaskan, komitmen Pemkot Batu yaitu ada keseimbangan antara pengembangan perekonomian dan pengendalian Covid-19.

“Untuk itu, ada percepatan vaksinasi, kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan juga sangat penting,” paparnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Arief tetap menegaskan bahwa keseimbangan ekonomi dan pengendalian harus setara. Terlebih sektor pariwisata di Kota Batu merupakan sumber penggerak roda ekonomi.

Kepala Dinas Kesehatan, drg Kartika Trisulandari mengatakan, di tengah munculnya varian Omicron ini, dosis ketiga sangat penting untuk diberikan. Menurut Kartika, jika ada 10 persen saja warga tidak tervaksin dosis ketiga, maka berpeluang terinfeksi.

Pemkot Batu melakukan pelacakan di sekolah dan tempat wisata karena di situ banyak didatangi wisatawan dari luar kota.

“Omicron itu kalau gejalanya tidak jauh beda, tapi yang mendominasi batuk, bukan sesak. Omicron penularannya lebih cepat. Dalam penelitian, 4 hari saja bisa menularkan ke 6 orang. Tetapi kesakitannya lebih rendah, ini pun termasuk di Jakarta itu rata-rata rawat inapnya 4 hari saja, tapi mungkin juga karena sudah mendapatkan vaksin. Kalau yang ditulari orang berisiko, ya fatal juga,” tukasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.