Selasa, 28 Jul 2026 06:12 WIB

Gus Yahya Ketum PBNU, Ini Harapan Ketua DPD RI

  • Penulis :
  • | Jumat, 24 Des 2021 16:19 WIB
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. jatimnow.com)
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Dok. jatimnow.com)

Surabaya - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengucapkan selamat atas terpilihnya KH Yahya Cholil Staqut (Gus Yahya), sebagai Ketua Umum PBNU menggantikan KH Said Aqil Siradj.

Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 dengan hasil 337 suara, unggul dari petahana yang memperoleh suara 210 dengan abstain 1 pada muktamar yang berlangsung di Lampung. Suara tersebut dihasilkan pada putaran kedua.

Baca Juga: PBNU Berharap Muktamar Bisa Berlangsung di Pondok Pesantren

"Saya mengucapkan selamat kepada Gus Yahya yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU. Saya optimis Beliau akan menjadi lokomotif organisasi besar ini dan mewujudkan harapan-harapan para muktamirin serta masyarakat muslim pada umumnya," kata LaNyalla dalam siaran persnya, Jumat (24/12/2021).

LaNyalla yang tengah melakukan kegiatan reses di Jawa Timur, bersyukur Muktamar NU berjalan cukup baik. Sebab, seluruh perhatian tertuju kepada proses pergantian pucuk pimpinan di organisasi NU tersebut.

"Kita berharap dengan terpilihnya ketua umum baru menjadi angin segar bagi perkembangan pembangunan Indonesia tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman," harap LaNyalla.

Sebagai ormas terbesar, LaNyalla menilai masyarakat mengharapkan NU menjadi lokomotif kemajuan bagi umat Islam.

"Terlepas dari berbagai hal yang melatarbelakanginya, saya berharap NU menjadi pemersatu bangsa dan berkontribusi pada pembangunan peradaban bangsa Indonesia," harap LaNyalla.

Baca Juga: PHK Jelang Lebaran Potensi Langgar HAM

Sebagai organisasi besar, Senator asal Jawa Timur itu berharap NU mampu menjawab tantangan zaman. Saat ini teknologi berkembang cukup pesat yang sudah barang tentu mempengaruhi mentalitas anak-anak Indonesia.

NU, kata LaNyalla, harus hadir membangun karakter bangsa agar tak tergerus oleh perubahan zaman.

"Perkembangan pesat era 4.0 harus disikapi dengan serius agar bagaimana anak-anak kita tetap memiliki pedoman teologis meski berada dalam situasi perkembangan zaman yang begitu cepat terjadi," ujar LaNyalla.

Apalagi, Indonesia akan memasuki era emas pada tahun 2045, saat bonus demografi menjadi salah satu hal yang perlu disikapi secara serius.

Baca Juga: UMKM Jawa Timur Keluhkan Akses KUR ke Anggota DPD RI Ning Lia

"Tentu kita berharap NU bisa mengambil peran penting untuk membangun bangsa dan negara ini ke arah yang lebih baik," katanya.

LaNyalla juga mengucapkan terima kasih kepada Kiai Said Aqil Siradj yang telah memimpin PBNU.

"Kiai Said Aqil Siradj telah melakukan banyak hal selama memimpin PBNU. Sumbangsihnya tidak kecil. Saya doakan yang terbaik untuk beliau ke depannya," katanya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.