Rabu, 10 Jun 2026 01:45 WIB

Setelah Ditangkap, Ini Pengakuan Bandar Sabu Rusun Sumbo

  • Penulis :
  • | Senin, 05 Mar 2018 18:06 WIB
Tersangka Muclish diperiksa Kepala BNNK Surabaya, AKBP Suparti.
Tersangka Muclish diperiksa Kepala BNNK Surabaya, AKBP Suparti.

jatimnow.com - Sudah satu bulan terakhir, Muclish mengaku menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Namun, bisnis haram pria 43 tahun itu dilakukannya secara sembunyi-sembunyi.

Setiap meracik sabu yang hendak di tempat tinggalnya di Rusun Sumbo Blok i No. 166 Surabaya, dia menungu istrinya berangkat bekerja. Namun kini, bisnisnya pun terbongkar, pascadirinya ditangkap BNNK Surabaya.

"Saat istri saya bekerja, saya siapkan sabu yang saya beli berikut timbangan dan klip plastiknya. Saya kemas dalam paket hemat sesuai pesanan," aku Muclish di Kantor BNNK Surabaya, Senin (5/3/2018).

Bapak dua anak itu mengaku, jika sabu itu dibeli dari seseorang di Jalan Kunti Surabaya. Setiap 0,5 gram, dia membelinya dengan harga 600 ribu.

Biasanya, sabu 0,5 gram itu, ia racik menjadi 10 poket kecil. Hasilnya, 10 poket itu terjual Rp 1 Juta. Praktis, Muclish mendapat keuntungan Rp 400 ribu setiap mengedarkan 0,5 gram sabu.

Selain melayani pesanan pembeli dari luar rusun, Muclish tidak menampik jika warga di rusun tersebut kerap membeli sabu kepadanya. "Tapi kebanyakan, pesanannya dari orang luar rusun. Saya biasa mengantarnya sendiri ke pembeli," dalih pria yang juga sudah memiliki satu cucu ini.

Di rusun itu, pria asal Sampang Madura ini hanya tinggal bersama istrinya. Sementara dua anaknya yang sudah menikah, tinggal di tempat lain.

"Selama ini, saya bekerja serabutan. Saya mencoba bisnis (sabu) ini, agar dapat penghasilan tambahan. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari," sebutnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Surabaya, AKBP Suparti mengemukakan, Muclish diduga kuat menjadi pengedar jaringan Jalan Kunti Surabaya. Dalam pemeriksaan, Muclish mengaku mendapat sabu itu dari seseorang berinisial Y, yang saat ini tengah diburu.

"Kami masih identifikasi siapa orang yang disebut tersangka itu," paparnya.

Tim BNNK Surabaya menggerebek Muclish pada Kamis (1/5/2018) sekitar pukul 20.40 Wib. Kendati dalam penggerebekan itu petugas BNNK Surabaya sempat dikepung warga. Namun penangkapan itu akhirnya berhasil.

Baca Juga: Polres Gresik Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Kota, 4 Tersangka Diringkus

Selain Muclish, sejumlah barang bukti berhasil mereka amankan. 6 poket sabu seberat 2,08 gram, satu timbangan digital, satu HP dan uang hasil transaksi narkoba sebanyak Rp 500 ribu.

Reporter: Narendra Bakri
Editor: Budi Sugiharto

Baca Juga: Sumenep Geger, Kokain Puluhan Miliar Terdampar di Pantai Kahuripan

Editor : Budi Sugiharto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.