Minggu, 14 Jun 2026 07:46 WIB

Balita yang Tewas Dianiaya di Surabaya itu Baru Dua Minggu Diasuh Ibunya

Rah Indah, bibi balita di Surabaya yang tewas dianiaya ibu kandungnya
Rah Indah, bibi balita di Surabaya yang tewas dianiaya ibu kandungnya

Surabaya - MTP (4), bocah laki-laki yang tewas akibat dianiaya AS (24), ibu kandungnya ternyata sejak lahir dirawat oleh neneknya. Baru dua minggu korban ikut ibunya itu.

Ketua RT 06, RW IV, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, Rah Indah mengatakan, mulai bayi hingga berusia 4 tahun, korban dirawat neneknya. Korban kemudian diasuh tersangka sejak dua minggu lalu sebelum ditemukan tewas.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Sebelumnya, anak ini diasuh neneknya. Tapi si ibunya ini memaksa dan mengaku akan mengasuhnya sendiri. Dan dua Minggu terakhir ini dia tinggal bersama di rumah kos di Jalan Sidokapasan," ungkap Indah, Rabu (10/11/2021).

Indah menceritakan, sebelum tewas dianiaya oleh ibu kandungnya, bocah ini juga sering terlihat murung dan enggan untuk berkomunikasi. Saat diajak berkomunikasi, sang bocah hanya mengangguk dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sebenarnya bisa ngomong, tapi waktu saya tanya tanya mengangguk sama geleng geleng saja. Informasi yang saya terima bocah ini sering dipukuli sama ibunya. Sampai-sampai ayahnya meminta bantuan saya untuk mengasuh anak ini alasannya dari pada di rumah nangis terus," bebernya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dia juga meminta maaf kepada kakaknya itu, karena dia tidak sanggup dititipin karena punya anak kecil," tambah Indah yang juga sebagai bibi korban.

Saat ditanya kepribadian kakak iparnya itu, Indah mengaku jika tidak seberapa akrab. Namun menurut curhatan dari kakak kandungnya sering diolok - olok.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Pelaku ga pernah ngomong sama orang dan sama suaminya juga kasar. Kalau menurut saya ya rada enggak bener," tegasnya.

AS mengaku menganiaya anak kandungnya karena emosi dan rasa kesal yang tidak terkontrol. Dalam pemeriksaan AS juga mengaku bila korban sering buang air besar di celana dan sering mengganggu adiknya yang masih berumur 1 bulan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.