Rabu, 22 Jul 2026 15:07 WIB

Dicalonkan Jadi Ketum PBNU, Ini Langkah Gus Yahya

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Sabtu, 16 Okt 2021 20:01 WIB
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

jatimnow.com - DPW NU dan PCNU se-Jatim secara resmi menginginkan dan mengusulkan atau mencalonkan KH Bustanul Akhyar sebagai calon Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai calon ketua umum (ketum) PBNU.

Pernyataan ini resmi diumumkan setelah beberapa kali digelar pertemuan, termasuk hari ini di Gedung PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur, Surabaya, Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Selepas acara, Gus Yahya menyampaikan jika dia sebagai yang direkomendasikan menjadi formasi yang diterima seluruh pihak termasuk pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia.

"Saya kira selanjutnya tinggal bagaimana saya memperjelas tawaran yang saya ajukan kepada para pengurus cabang dan pengurus wilayah karena ini bukan cuma soal berhasil mendapatkan jabatan sebagai ketua umum PBNU saja. Tapi juga soal bagaimana mengkonsultasikan jaringan kepengurusan. PBNU, PWNU, PCNU. Kita juga safari dan kunjungan. Itu sudah biasa kita lakukan," ungkapnya kepada wartawan.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

"Biasanya kalau ini aktif, saya tinggal melanjutkan dan memperjelas usaha cabang itu apabila memang pekerjaan sebagai ketua umum ini memang diberikan pelaksanaannya dan saya diterima sebagai ketua umum. Kita punya 521 cabang di seluruh Indonesia, ditambah dengan 35 pengurus istimewa di luar negeri, 34 pengurus wilayah," tambah Gus Yahya.

Menurutnya, cabang-cabang ini di seluruh Indonesia tersebar di semua kabupaten dan kota ini adalah outlet yang menyebar ke seantero Indonesia dan bisa menjadi pusat pencapaian agenda nasional terhadap masyarakat sampai akar rumput.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

Itu berupa agenda keagamaan atau agenda ekonomi sosial budaya dan lain sebagainya. Juga 521 itu jadi pusat pelayanan bagi NU untuk menyediakan pelayanan berbagai kebutuhan yang nyata dari masyarakat di lingkungan atau di daerah masing-masing tanpa pandang bulu.

"Ini pelayanan masyarakat dan melayani rakyat serta semuanya secara inklusif, karena kita semua menginginkan rakyat melalui NU. Ini nantinya diperjelas dan Insya Allah jadi bagian juga dari rancangan program yang dibagi dalam muktamar," jelasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.