Rabu, 22 Jul 2026 22:58 WIB

PON XX Papua

Atlet Paramotor asal Mojokerto ini Bela Kaltim, Mengapa?

Ilung dan anaknya Wahyu Wijaya (Foto: Dokumen pribadi Ilung)
Ilung dan anaknya Wahyu Wijaya (Foto: Dokumen pribadi Ilung)

jatimnow.com - Atlet paramotor asal Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Muhammad Akbar alias Ilung tidak memperkuat Jatim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pria berusia 37 tahun ini memilih membela Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Keputusan untuk membela Provinsi Kaltim terpaksa diambil ayah 4 anak itu, karena Provinsi Jatim tidak memberikan dukungan.

Baca Juga: Telapak Temukan Dugaan Pencemaran Kali Porong Mojokerto, Bakal Lapor Menteri LH

"Karena Jatim gak support, saya malah di-support mulai dari nol sama provinsi lain," ujar Ilung saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (6/10/2021).

Menurut Ilung, selama ini ia mendapat support dari provinsi lain berupa alat dan uang tunai. Orang yang mendukungnya itu dari Kaltim.

"Beliau orang Kaltim dan baik, dia selalu mensupport, mendorong dan mendukung saya supaya sukses di olahraga (paramotor)," ungkapnya.

Ilung menambahkan, orang yang berasal dari Kaltim itu dinilai sangat berjasa selama ia berkarir di dunia paramotor.

"Pakai dana pribadi malahan. Ini yang membuat saya klepek-klepek gak bisa ke mana-mana dan sungkan. Beliau berjasa bagi saya. Saat ditanya ikut lomba saya tidak bisa menolak," sambung dia.

Kartu atlet PON XX Papua milik Ilung dan anaknya Wahyu WijayaKartu atlet PON XX Papua milik Ilung dan anaknya Wahyu Wijaya

Masih kata Ilung, sebenarnya dirinya ingin memperkuat Jatim dalam pergelaran PON tahun ini. Jatim pun berharap dirinya ikut membela dalam PON.

Baca Juga: Bader FC Sabet Gelar Juara Super Copa Pondok Modern Darussalam Gontor

"Aku sebenarnya sungkan tidak ikut Jatim karena tempat tinggalku di Jatim. Jatim juga berharap saya ikut Jatim juga. Tapi mereka tidak tahu kemampuan saya, mereka mengira saya ini banyak saingannya, akhirnya mereka tidak ada support," tuturnya.

Ilung menjelaskan, saat ini kontingen Jatim dalam cabang olahraga (cabor) paramotor diperkuat atlet dari Probolinggo dan Malang. Cabor ini juga diperbolehkan memakai atlet dari luar provinsi.

"Iya, orang Probolinggo sama orang Malang. Untuk sekarang boleh karena cabor ini pemainnya masih jarang," cetusnya.

Pria dengan segudang prestasi di bidang olahraga paramotor ini bakal bertanding pada 9 sampai 12 Oktober dalam nomo Presisi, Economi dan Navigasi.

Baca Juga: HAWKS Surabaya Sabet Juara Umum Wali Kota Cup 2026 Cabang Baseball dan Softball

Tak hanya Ilung, putra pertamanya yakni Wahyu Wijaya juga tidak memperkuat kontingen Jatim. Remaja berusia 16 tahun ini membela Provinsi Papua Barat.

"Saya ajukan sama pengurus Papua Barat," tegas dia.

Ilung berharap, PON selanjutnya yang akan dilaksanakan di Aceh, dirinya dan anaknya bisa membela Provinsi Jatim dalam cabor paramotor.

"Insya Allah PON Aceh keluargaku bela Jatim," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.