Minggu, 07 Jun 2026 14:49 WIB

PON XX Papua

Atlet Paramotor asal Mojokerto ini Bela Kaltim, Mengapa?

Ilung dan anaknya Wahyu Wijaya (Foto: Dokumen pribadi Ilung)
Ilung dan anaknya Wahyu Wijaya (Foto: Dokumen pribadi Ilung)

jatimnow.com - Atlet paramotor asal Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Muhammad Akbar alias Ilung tidak memperkuat Jatim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Pria berusia 37 tahun ini memilih membela Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Keputusan untuk membela Provinsi Kaltim terpaksa diambil ayah 4 anak itu, karena Provinsi Jatim tidak memberikan dukungan.

Baca Juga: Raperda Keolahragaan Jawa Timur dan Ujian Tata Kelola Olahraga yang Berkeadilan

"Karena Jatim gak support, saya malah di-support mulai dari nol sama provinsi lain," ujar Ilung saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (6/10/2021).

Menurut Ilung, selama ini ia mendapat support dari provinsi lain berupa alat dan uang tunai. Orang yang mendukungnya itu dari Kaltim.

"Beliau orang Kaltim dan baik, dia selalu mensupport, mendorong dan mendukung saya supaya sukses di olahraga (paramotor)," ungkapnya.

Ilung menambahkan, orang yang berasal dari Kaltim itu dinilai sangat berjasa selama ia berkarir di dunia paramotor.

"Pakai dana pribadi malahan. Ini yang membuat saya klepek-klepek gak bisa ke mana-mana dan sungkan. Beliau berjasa bagi saya. Saat ditanya ikut lomba saya tidak bisa menolak," sambung dia.

Kartu atlet PON XX Papua milik Ilung dan anaknya Wahyu WijayaKartu atlet PON XX Papua milik Ilung dan anaknya Wahyu Wijaya

Masih kata Ilung, sebenarnya dirinya ingin memperkuat Jatim dalam pergelaran PON tahun ini. Jatim pun berharap dirinya ikut membela dalam PON.

Baca Juga: PAN Jatim Mulai Panaskan Mesin Politik Tatap Pemilu 2029

"Aku sebenarnya sungkan tidak ikut Jatim karena tempat tinggalku di Jatim. Jatim juga berharap saya ikut Jatim juga. Tapi mereka tidak tahu kemampuan saya, mereka mengira saya ini banyak saingannya, akhirnya mereka tidak ada support," tuturnya.

Ilung menjelaskan, saat ini kontingen Jatim dalam cabang olahraga (cabor) paramotor diperkuat atlet dari Probolinggo dan Malang. Cabor ini juga diperbolehkan memakai atlet dari luar provinsi.

"Iya, orang Probolinggo sama orang Malang. Untuk sekarang boleh karena cabor ini pemainnya masih jarang," cetusnya.

Pria dengan segudang prestasi di bidang olahraga paramotor ini bakal bertanding pada 9 sampai 12 Oktober dalam nomo Presisi, Economi dan Navigasi.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

Tak hanya Ilung, putra pertamanya yakni Wahyu Wijaya juga tidak memperkuat kontingen Jatim. Remaja berusia 16 tahun ini membela Provinsi Papua Barat.

"Saya ajukan sama pengurus Papua Barat," tegas dia.

Ilung berharap, PON selanjutnya yang akan dilaksanakan di Aceh, dirinya dan anaknya bisa membela Provinsi Jatim dalam cabor paramotor.

"Insya Allah PON Aceh keluargaku bela Jatim," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.