Rabu, 22 Jul 2026 10:22 WIB

Anwar Sadad Ajak Mahasiswa di Jember Diskusi soal Pro-Kontra Amandemen UUD 1945

ANwar Sadad saat menjadi pembicara  seminar tentang wacana amandemen UUD 1945 dalam perspektif akademis.
ANwar Sadad saat menjadi pembicara seminar tentang wacana amandemen UUD 1945 dalam perspektif akademis.

jatimnow.com - Ajak mahasiswa untuk melek politik, Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad sambangi UIN KH Ahmad Sidiq Jember. Ia menjadi pembicara seminar tentang wacana amandemen UUD 1945 dalam perspektif akademis.

"Saya optimis wajah masa depan politik di Indonesia akan lebih baik," ucap Sadad.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Seminar yang diikuti perwakilan senat mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Jawa dan Nusa Tenggara, itu merupakan rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah yang digelar selama dua hari.

Di hadapan puluhan mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut menyampaikan kegembiraannya bahwa ada sekumpulan anak muda yang concern pada persoalan politik dan konstitusi.

"Beberapa pemaparan lembaga survei yang dirilis menunjukkan semakin tingginya apatisme generasi milenial terhadap persoalan politik. Ada lembaga survei yang menyebutkan hanya 22 persen dari generasi milenial tertarik pada politik," urai Sadad.

"Tapi hari ini saya merasa exited, di kampus ini tema tentang konstitusi dan wacana amandemen didiskusikan dengan cukup serius oleh anak-anak muda," imbuhnya.

Baca Juga: Data Warga Miskin Dibenahi, BP Taskin Puji Langkah Pemkab Jember

Menanggapi isu amandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang menimbulkan pro dan kontra, Anwar Sadad, dalam pemaparannya, menegaskan bahwa pro kontra itu telah ada sejak republik ini baru berdiri.

Bagi yang pro amandemen, menurut Sadad, didasari pada dinamika dan perkembangan hubungan politik dan sosial yang terus berubah, sebagai suatu keniscayaan sejarah. Terutama dalam hal untuk membatasi kekuasaan agar tidak sewenang-wenang, di satu sisi, dan menjamin kedaulatan dan hak-hak warga, di sisi lain.

Akan tetapi pikiran yang menolak amandemen juga dapat dipahami sebagai kekhawatiran terbelahnya bangsa ini yang telah dengan susah payah dipersatukan oleh para pendirinya.

Baca Juga: Pertamina Jual Paket Sembako Rp211 Ribu Seharga Rp30 Ribu di Jember

"Faktanya selalu ada dialektika antara kekuatan yang mengusung spirit of nationalism dan mereka yang mengusung spirit of constitutionalism," tandas keluarga ponpes Sidogiri itu.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.