Sabtu, 06 Jun 2026 17:02 WIB

Anwar Sadad Ajak Mahasiswa di Jember Diskusi soal Pro-Kontra Amandemen UUD 1945

ANwar Sadad saat menjadi pembicara  seminar tentang wacana amandemen UUD 1945 dalam perspektif akademis.
ANwar Sadad saat menjadi pembicara seminar tentang wacana amandemen UUD 1945 dalam perspektif akademis.

jatimnow.com - Ajak mahasiswa untuk melek politik, Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad sambangi UIN KH Ahmad Sidiq Jember. Ia menjadi pembicara seminar tentang wacana amandemen UUD 1945 dalam perspektif akademis.

"Saya optimis wajah masa depan politik di Indonesia akan lebih baik," ucap Sadad.

Baca Juga: Data Warga Miskin Dibenahi, BP Taskin Puji Langkah Pemkab Jember

Seminar yang diikuti perwakilan senat mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Jawa dan Nusa Tenggara, itu merupakan rangkaian kegiatan Musyawarah Wilayah yang digelar selama dua hari.

Di hadapan puluhan mahasiswa, Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut menyampaikan kegembiraannya bahwa ada sekumpulan anak muda yang concern pada persoalan politik dan konstitusi.

"Beberapa pemaparan lembaga survei yang dirilis menunjukkan semakin tingginya apatisme generasi milenial terhadap persoalan politik. Ada lembaga survei yang menyebutkan hanya 22 persen dari generasi milenial tertarik pada politik," urai Sadad.

"Tapi hari ini saya merasa exited, di kampus ini tema tentang konstitusi dan wacana amandemen didiskusikan dengan cukup serius oleh anak-anak muda," imbuhnya.

Baca Juga: Pertamina Jual Paket Sembako Rp211 Ribu Seharga Rp30 Ribu di Jember

Menanggapi isu amandemen UUD Negara Republik Indonesia 1945 yang menimbulkan pro dan kontra, Anwar Sadad, dalam pemaparannya, menegaskan bahwa pro kontra itu telah ada sejak republik ini baru berdiri.

Bagi yang pro amandemen, menurut Sadad, didasari pada dinamika dan perkembangan hubungan politik dan sosial yang terus berubah, sebagai suatu keniscayaan sejarah. Terutama dalam hal untuk membatasi kekuasaan agar tidak sewenang-wenang, di satu sisi, dan menjamin kedaulatan dan hak-hak warga, di sisi lain.

Akan tetapi pikiran yang menolak amandemen juga dapat dipahami sebagai kekhawatiran terbelahnya bangsa ini yang telah dengan susah payah dipersatukan oleh para pendirinya.

Baca Juga: Pengerjaan Food Street Jember Dikebut, Jamin tak Ganggu Peribadatan di Gereja

"Faktanya selalu ada dialektika antara kekuatan yang mengusung spirit of nationalism dan mereka yang mengusung spirit of constitutionalism," tandas keluarga ponpes Sidogiri itu.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.