Selasa, 28 Jul 2026 23:39 WIB

Kapolda Sebut Dampak Balon Udara Sangat Membahayakan

Kapolda meninjau balon yang disita polisi./Foto: Mita Kusuma.
Kapolda meninjau balon yang disita polisi./Foto: Mita Kusuma.

jatimnow.com - Dampak dari penerbangan balon udara nampaknya cukup serius. Hal itu dibeberkan Kapolda Jatim, Irjend Pol Machfud Arifin di Mapolres Ponorogo, Senin (18/6/2018).

"Bahayanya cukup banyak. Mulai dari kebakaran hutan, Sutet PLN rusak, sampai kebakaran rumah," kata Irjend Pol Machfud kepada jatimnow.com di Mapolres Ponorogo.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Apalagi, lanjut ia, ada balon udara yang besar dan ada mercon itu juga membahayakan. Karena logikanya semakin besar balon udara akan semakin tinggi terbangnya.

"Balon udara bisa mencapai 35.000 sampai 40.000 kaki. Dan bertahan 3 hari, mengikuti arah angin. Balon akan turun di semua tempat. Ya kalau di hutan pasti terjadi kebakaran," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi, mengaku banyak laporan ke Lanud Iswahjudi tentang balon udara. "Banyak komplain yang kami terima," katanya.

Kolonel Pnb Onesmus mengaku, warga akan diberikan edukasi lebih. Ia menjelaskan, masalah ini muncul karena ketidaktahuannya masyarakat.

Sampai saat ini, lanjut ia, ada puluhan komplain yang masuk dari penerbangan sipil. Karena balon udara tidak terlihat oleh radar namun terlihat oleh pilot.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

"Sedangkan pilot, jika ingin berbelok harus laporan. Karena padatnya jalur udara. Jika tidak belok atau menghindari balon juga berbahaya," terangnya.

Karena, jika tetap nekat menabrak balon udara, tentu engine atau mesin pesawat akan rusak. Jika mesin pesawat rusak otomatis merusak kecepatan pesawat.

Ia menerangkan, logikanya balon udara itu sampai terbang tinggi dan bertahan lama karena besarnya balon udara. "Api memang mati. Namun udara akan masuk itu semakin membuat balon terbang tinggi dan bertahan selama 3 hari," katanya.

Bahkan, terbangnya mencapai 35.000 kaki di atas langit atau setara dengan 10.000 km. Balon udara juga akan mengikuti arah angin.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

"Jadi jangan kaget jika balon udara dari Ponorogo bisa ke Yogyakarta dan menimbulkan kerusakan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.