Kamis, 11 Jun 2026 11:54 WIB

Kapolda Sebut Dampak Balon Udara Sangat Membahayakan

Kapolda meninjau balon yang disita polisi./Foto: Mita Kusuma.
Kapolda meninjau balon yang disita polisi./Foto: Mita Kusuma.

jatimnow.com - Dampak dari penerbangan balon udara nampaknya cukup serius. Hal itu dibeberkan Kapolda Jatim, Irjend Pol Machfud Arifin di Mapolres Ponorogo, Senin (18/6/2018).

"Bahayanya cukup banyak. Mulai dari kebakaran hutan, Sutet PLN rusak, sampai kebakaran rumah," kata Irjend Pol Machfud kepada jatimnow.com di Mapolres Ponorogo.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

Apalagi, lanjut ia, ada balon udara yang besar dan ada mercon itu juga membahayakan. Karena logikanya semakin besar balon udara akan semakin tinggi terbangnya.

"Balon udara bisa mencapai 35.000 sampai 40.000 kaki. Dan bertahan 3 hari, mengikuti arah angin. Balon akan turun di semua tempat. Ya kalau di hutan pasti terjadi kebakaran," tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi, mengaku banyak laporan ke Lanud Iswahjudi tentang balon udara. "Banyak komplain yang kami terima," katanya.

Kolonel Pnb Onesmus mengaku, warga akan diberikan edukasi lebih. Ia menjelaskan, masalah ini muncul karena ketidaktahuannya masyarakat.

Sampai saat ini, lanjut ia, ada puluhan komplain yang masuk dari penerbangan sipil. Karena balon udara tidak terlihat oleh radar namun terlihat oleh pilot.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Sedangkan pilot, jika ingin berbelok harus laporan. Karena padatnya jalur udara. Jika tidak belok atau menghindari balon juga berbahaya," terangnya.

Karena, jika tetap nekat menabrak balon udara, tentu engine atau mesin pesawat akan rusak. Jika mesin pesawat rusak otomatis merusak kecepatan pesawat.

Ia menerangkan, logikanya balon udara itu sampai terbang tinggi dan bertahan lama karena besarnya balon udara. "Api memang mati. Namun udara akan masuk itu semakin membuat balon terbang tinggi dan bertahan selama 3 hari," katanya.

Bahkan, terbangnya mencapai 35.000 kaki di atas langit atau setara dengan 10.000 km. Balon udara juga akan mengikuti arah angin.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

"Jadi jangan kaget jika balon udara dari Ponorogo bisa ke Yogyakarta dan menimbulkan kerusakan," pungkasnya.

Reporter: Mita Kusuma

Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.