Rabu, 22 Jul 2026 17:38 WIB

Pedagang Hitech Mall Buka Lapak di Emperan, Karyawan Terancam Tidak Digaji

Puluhan tenan di Hitech Mall, terpaksa berdagang di halaman karena larangan masuk bagi pengunjung.
Puluhan tenan di Hitech Mall, terpaksa berdagang di halaman karena larangan masuk bagi pengunjung.

jatimnow.com - Puluhan pedagang elektronik terpaksa berjualan di halaman Hitech Mall, Jl Kusuma Bangsa Surabaya, Kamis (19/8/2021). Mereka nekat berjualan di halaman mall karena para pengunjung belum diizinkan masuk.

Pantauan di lokasi, nampak pedagang elektronik seperti penjual laptop, komputer, beserta aksesorisnya berjejer di atas trotoar halaman gedung yang dulu bernama Surabaya Mall, tersebut. Salah satu tenant Kharisma Store dan Nemesis store, Kiki mengatakan sudah 3 hari berdagang di tempat tersebut.

Baca Juga: Rumah Dua Lantai di Jagir Wonokromo Surabaya Ludes Terbakar

"Dagang di luar udah dari 3 hari kemarin, itu sementara dari kebijakan paguyuban sama pihak hitech mall masih belum bisa masuk untuk para customer. Kalau untuk pihak karyawan atau yang punya tenant store itu masih bisa masuk, dengan catatan harus wajib punya kartu vaksin," ujarnya saat ditemui jatimnow.com, Kamis (19/8/2021).

Ia menyebut belum mengetahui sampai kapan aturan pengunjung dilarang masuk ke dalam mall.

"Ya untuk sementara masih seperti itu. Gak bisa masuk sampai PPKM selesai. Gatau lagi kebijakan dari paguyuban atau Hitech Mall bisa di buka untuk customer atau enggak," katanya.

Meski demikian, kegiatan menyervis alat elektronik tetap dilakukan di dalam. Menurutnya, aturan ini sangat merugikan pemilik toko, selain harus mondar-mandir, akibatnya penjualan juga berkurang hingga 50 persen.

"Pasti ada, kerugian waktu sama budget. Biasanya kita penjualan dari 100 persen turun ke 50 persen. Awalnya customer bisa masuk, tanya jawab, sekarang beneran nggak bisa masuk, terus ambil produknya dari luar," jelasnya.

Padahal biasanya, Kiki menyebut dirinya bisa menjual laptop maupun komputer hingga 8 unit perhari.

"sekarang 1 atau 2 kecuali user langganan," ungkapnya.

Baca Juga: Anomali Cuaca! Masuk Musim Kemarau, Surabaya Malah Dikepung Banjir

Senada dengan itu, salah satu pemilik servis printer, Priyanto mengaku omzetnya juga turun drastis karena tidak ada pengunjung yang diperbolehkan masuk mall.

"Kita janjian dulu sama customer langganan. Kalau nggak langganan gak bisa. Kalau di dalam posisinya kan bisa nyaring meskipun ga langganan. Kalau ini ya terpaksa yang berlangganan aja. WA dulu, janjian langsung dibawa masuk sama tenan, dikonfirmasi kerusakan," katanya.

Pria yang sudah sejak 2008 membuka toko di Hitech Mall, itu khawatir tidak bisa menggaji kedua karyawannya.

"Tapi kalau lama-lama kaya gitu kan ya gak kerja. Nggaji tetap jalan tapi pemasukan berkurang. Buat tokonya cuman yang tidak bayar kan listriknya aja, karena gak jalan," tandasnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Ditempat yang sama, Ketua paguyuban pedagang THR IT Mall, Rudi Abdullah mengatakan, pihaknya cukup kerepotan dengan aturan pengunjung yang dilarang masuk Mall. Padahal, di tempat perbelanjaan lain diberi izin.

"Pengunjung boleh masuk tapi harus pakai prokes, pakai barcode, aplikasi, peduli lindungi itu. Nah sementara 24 mall itu kemarin saya diskusi sama Pemkot dan Disperindag ternyata yang milih 24 mall itu bukan dari Disperindag Surabaya tapi sudah ditunjuk dari jakarta," ungkap Rudi.

Ia mengaku tidak bisa berbuat lebih sampai Pemkot Surabaya, turun untuk memberi bantuan. Uji coba berjualan di halaman Mall sudah berjalan 3 hari, namun para pedagang mengaku masih sepi penjualan.

"Jadi saya minta kepada pemerintah sesegera mungkin untuk bisa dibuka kembali Mall ini karena Mall ini sudah 25 persen pengunjungnya, tenan hanya 300 toko yg buka, dulu 1200. Dibanding dengan Mall lain kita jumlahnya sedikit 300 toko, 250 pedagang. Dan karyawan itu sudah 90 persen divaksin dua kali. Sehingga kalau kita ikuti protokol ya kita punya satgas yang dibentuk Pemkot, Linmas nah itu kita bisa memperketat masalah protokol. Cuman kebijakan untuk pengunjung yang tidak boleh masuk, itu yg kita sekarang keberatan," harapnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.