Minggu, 14 Jun 2026 04:20 WIB

Mengenal Keturunan Ke-6 Pangeran Diponegoro di Surabaya

Reporter jatimnow.com saat berkenalan dengan Bintang Timur Diponegoro di Surabaya (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)
Reporter jatimnow.com saat berkenalan dengan Bintang Timur Diponegoro di Surabaya (Foto: Fajar Mujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Mungkin tidak banyak yang tahu bila salah satu keluarga di Kota Surabaya ini adalah keturunan Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro. Keluarga ini tinggal di Dukuh Kupang Timur 16, Nomor 36.

Dialah Bintang Timur Diponegoro yang akrab disapa Bintang. Pria berumur 37 tahun itu merupakan keturunan ke-6 dari Pangeran Diponegoro. Karena lahir dan tinggal di Surabaya, identitasnya samar dan nyaris tidak diketahui bahwa Bintang berdarah biru, keturunan Keraton Yogyakarta.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Bintang menceritakan, semasa kecil, dia tumbuh dan berkembang seperti layaknya anak kecil pada umunya. Bermain bersama tetangga dan teman-teman di lingkungan tempat tinggalnya.

"Asli, keturunan dari keturunan Dipo Anom, putra pertama Pangeran Diponegoro dengan nama asli Raden Mas Muhammad Ngarip. Saya keturunan keenam," ujar Bintang saat ditemui jatimnow.com di rumahnya, Rabu (23/6/2021).

Bintang merupakan putra terakhir dari empat bersaudara. Terhitung dia memiliki silsilah dari sang ibu yang memiliki garis lurus dengan Dipo Anom.

"Kami seharusnya empat bersaudara, meninggal satu. Saya anak terakhir. Harusnya keempat, tapi sekarang jadi ketiga. Tapi tetep terahkir," tambahnya.

Identitas Bintang sebagai keturunan Pangeran Diponegoro memang nyaris tidak terungkap. Bahkan dia sempat tak sadar dan kaget setelah mengetahui ada darah biru dalam dirinya. Semasa kecil hingga dewasa, Bintang mengaku tidak pernah diberitahu tentang identitas sebenarnya oleh keluarga.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Karena memang keluarga tidak pernah bercerita baik kakek maupun nenek. Bahkan ibuk saya itu tidak pernah bercerita," terangnya.

Bintang baru menyadari itu setelah mendalami ilmu kebatinan di umur 27 tahun, dengan macam-macam proses hingga 8 tahun. Mulai dari berpuasa hingga bertapa di suatu tempat.

"Sempet kaget, sempet gak percaya. Setelah mempertajam dan nggak pulang lama, sebelum nenek dipanggil, itu kurang dua bulan baru nenek bercerita dan menunjukan semua silsilahnya. Kalau saya punya silsilah Pangeran Diponegoro," ungkap Bintang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Saat ini Bintang telah dikaruniai tiga orang anak, dua cewek dan satu cowok.

"Putra ada tiga. Pertama cewek, SMA kelas 1, kedua cewek, SD kelas 3 dan yang ketiga cowok, masih 4 tahun," kata Bintang.

Pangeran Diponegoro yang juga bernama Pangeran Harya Dipanegara telah memiliki jasa yang besar bagi Indonesia. Pada Tahun 1825-1830, Pangeran Diponegoro berjibaku memimpin perang melawan pasukan Hindia Belanda.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Imigrasi Surabaya Sebar 400 Akun APOA untuk Awasi Orang Asing

Imigrasi Surabaya memperkuat pengawasan orang asing melalui APOA dengan 400 akun aktif dan melibatkan hotel, kampus, hingga perusahaan.