Disangga Bambu 3 Tahun hingga Ambruk, Atap Ruang SDN 1 Babadan Akan Diperbaiki
- Penulis : Mita Kusuma
- | Senin, 21 Jun 2021 17:57 WIB
jatimnow.com - Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo menyebut akan melakukan perbaikan terhadap atap 3 ruang SDN 1 Babadan yang ambruk.
Kabid SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo, Imam Muslihin mengatakan perbaikan telah masuk dalam anggaran Tahun 2021 ini,
Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor
"Tinggal menunggu pelaksanaan atau eksekusi. Minggu depan lelang. 18 hari kalau lancar lelangnya. Juli akhir bisa diperbaiki," kata Imam, Senin (21/6/2021).
Baca juga:
- 3 Atap Ruang SDN 1 Babadan Ponorogo Ambruk
- Sebelum Ambruk, 3 Atap Ruang SDN 1 Babadan Ponorogo Telah Lama Disangga Bambu
Ia menyebut dana yang dianggarkan untuk 3 ruang itu adalah Rp 380 juta. Sedangkan untuk peralatan yang rusak seperti komputer, printer maupun kursi atau meja tamu belum dianggarkan.
"Ini baru ditindak lanjuti laporan," ujar dia.
Kepala SDN 1 Babadan, Utami meminta untuk segera dilakukan perbaikan.
"Kasihan anak-anak kalau tidak segera diperbaiki. Kami guru juga bakal berkantor dimana," kata dia.
Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan
Diketahui, 3 atap ruang SDN 1 Babadan yang berada di Desa/Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo ambruk pada Minggu (20/6) dinihari.
Selain atap yang ambruk, terlihat tembok juga mengalami keretakan. Ketiga atap ruang sekolah di Desa/Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo itu sebelum ambruk telah lama disangga bambu.
"Sudah 2018 awal atau 3 tahun lalu ketiga ruangan terdiri dari ruang kelas 3, kepala sekolah dan guru disangga bambu," ujar Utami.
Ia menyebutkan, perbaikan terakhir SDN 1 Babadan dikerjakan pada Tahun 2007. Namun untuk 3 ruang yang atapnya ambruk itu, perbaikannya belum tersentuh.
Baca Juga: Klarifikasi Dugaan Praktik Titipan Jabatan, Komisi D DPRD Jember Panggil Dispendik
"Jadi sudah 14 tahun tidak tersentuh perbaikan. Kemudian disangga bambu selama 3 tahun terakhir," terang Utami.
Pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan untuk perbaikan sejak Tahun 2019. Saat itu plafon telah rusak, dindingnya retak dan airnya merembes jika hujan.
Editor : Sandhi Nurhartanto