Minggu, 07 Jun 2026 11:26 WIB

Kasus Covid-19 di Bangkalan Meledak, Pemerintah Diminta Libatkan Ulama

Petugas kesehatan melakukan tes swab kepada pengguna Jembatan Suramadu
Petugas kesehatan melakukan tes swab kepada pengguna Jembatan Suramadu

jatimnow.com - Kasus penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Madura meledak pasca Hari Raya Idul Fitri 2021. Para ulama diminta dilibatkan untuk memberikan imbauan kepada warga agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Hal itu disampaikan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Freddy Poernomo. Dia meminta forum pimpinan daerah (forpimda) duduk bareng serta melibatkan para ulama untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas ke wilayah lain.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Madura itu daerah santri. Untuk mengatasi problem itu, ya tokoh-tokoh agama atau ulama diajak kompromi," ujar Freddy, Senin (7/6/2021).

"Istilahnya tokoh-tokoh informal leader seperti para ulama diminta untuk ikut membantu pencegahan. Intinya masyarakat taat pada protokol kesehatan. Siapa yang diminta? Ya tokoh-tokoh seperti kiai, ulama, tokoh agama," tutur dia.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan harus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan cara sesuai kultur masyarakatnya masing-masing.

"Kalau di Surabaya insyaAllah ketat. Kultur masyarakat Surabaya beda dengan Madura. Kalau di Madura harus melibatkan tokoh informal atau kiai," terangnya.

Freddy menegaskan, kepala daerah harus memberikan contoh yang baik.

Baca Juga: Konversi Energi Kedua Republik Indonesia, Amanat Penderitaan Rakyat Madura

"Pemimpin harus di depan. Pemimpin harus memberikan contoh yang baik dan menjadi panutan. Dan memiliki sikap yang tegas," jelasnya.

Sementara anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Abdul Halim mengaku prihatin adanya tiga tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia, menyusul tingginya angka Covid-19 di Bangkalan.

Abdul Halim berharap masyarakat di Madura tetap tenang dan tidak panik, serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

"Masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Tapi jangan sampai lengah dan meremehkan wabah ini," ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, penyebaran Covid-19 di Bangkalan ini menjadi ikhtiar yang berharga dan tidak menyebar ke kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur.

"Kami mengapresiasi kerja tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait, baik di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur dan daerah di kabupaten atau kota lainnya untuk melokalisir wabah Covid-19, agar tidak semakin menyebar," tandas Abdul Halim.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.