Kamis, 23 Jul 2026 12:08 WIB

Kasus Covid-19 di Bangkalan Meledak, Pemerintah Diminta Libatkan Ulama

Petugas kesehatan melakukan tes swab kepada pengguna Jembatan Suramadu
Petugas kesehatan melakukan tes swab kepada pengguna Jembatan Suramadu

jatimnow.com - Kasus penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Madura meledak pasca Hari Raya Idul Fitri 2021. Para ulama diminta dilibatkan untuk memberikan imbauan kepada warga agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

Hal itu disampaikan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Freddy Poernomo. Dia meminta forum pimpinan daerah (forpimda) duduk bareng serta melibatkan para ulama untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas ke wilayah lain.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas Karnaval Budaya di Alun-Alun Bangkalan, Ini Harapannya

"Madura itu daerah santri. Untuk mengatasi problem itu, ya tokoh-tokoh agama atau ulama diajak kompromi," ujar Freddy, Senin (7/6/2021).

"Istilahnya tokoh-tokoh informal leader seperti para ulama diminta untuk ikut membantu pencegahan. Intinya masyarakat taat pada protokol kesehatan. Siapa yang diminta? Ya tokoh-tokoh seperti kiai, ulama, tokoh agama," tutur dia.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan harus berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan cara sesuai kultur masyarakatnya masing-masing.

"Kalau di Surabaya insyaAllah ketat. Kultur masyarakat Surabaya beda dengan Madura. Kalau di Madura harus melibatkan tokoh informal atau kiai," terangnya.

Freddy menegaskan, kepala daerah harus memberikan contoh yang baik.

Baca Juga: Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa, Anggota DPRD Jatim Sampaikan Pesan Prabowo

"Pemimpin harus di depan. Pemimpin harus memberikan contoh yang baik dan menjadi panutan. Dan memiliki sikap yang tegas," jelasnya.

Sementara anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Abdul Halim mengaku prihatin adanya tiga tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia, menyusul tingginya angka Covid-19 di Bangkalan.

Abdul Halim berharap masyarakat di Madura tetap tenang dan tidak panik, serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca Juga: Film Foufo Angkat Talenta Surabaya dan Madura, Tayang 9 Juli

"Masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Tapi jangan sampai lengah dan meremehkan wabah ini," ujarnya.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, penyebaran Covid-19 di Bangkalan ini menjadi ikhtiar yang berharga dan tidak menyebar ke kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur.

"Kami mengapresiasi kerja tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait, baik di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur dan daerah di kabupaten atau kota lainnya untuk melokalisir wabah Covid-19, agar tidak semakin menyebar," tandas Abdul Halim.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.