Kamis, 11 Jun 2026 13:05 WIB

Kasus Covid-19 Naik hingga IGD RSUD Bangkalan Lockdown, Ini Langkah Dinkes

Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Mengatasi melonjaknya kasus penyebaran Virus Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim dan Dinkes Kabupaten Bangkalan melakukan berbagai langkah.

Salah satunya adalah melakukan screening di lokasi. Screening sendiri merupakan tindakan awal yang dilakukan tenaga kesehatan (nakes) terhadap seorang yang diduga memiliki kontak hingga terpapar Virus Covid-19.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Melalui screening itu, pihaknya akan memisahkan mana orang yang sudah terjangkit Covid-19 dan mana yang belum. Juga mana orang yang positif dengan gejala sedang-berat dan mana yang hanya memiliki tanda klinis ringan.

"Screening untuk memisah positif dengan negatif. Yang positif pun akan kami pisah lagi. Yang tidak ada gejala, kami letakkan di rumah sakit darurat, yang gejala ke RS," kata Kadinkes Provinsi Jatim, dr Herlin Ferliana, Minggu (6/6/2021).

Baca juga: 

Selain itu, pihaknya juga akan memperketat pengawasan penegakan protokol kesehatan (prokes) di Madura. Ia menduga selama ini, masyarakat Bangkalan abai pada penggunaan masker.

"5M itu harus diperketat, PPKM Mikro itu harus berjalan. Kayaknya di Madura agak longgar masker ini. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, mengurangi mobilitas, kerumunan dikurangi. Itu harus benar diterapkan," tegasnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Dinkes Jatim juga telah meminta sejumlah rumah sakit (RS) di Surabaya untuk bersiap menerima rujukan pasien Covid-19 asal Bangkalan, Madura.

Diantaranya, RSU dr Soetomo, RS Airlangga, RS Haji, RS PHC, RS Bhakti Dharma Husada, serta RS Al Irsyad.

"Pokoknya yang jangkauannya mendekati Bangkalan," katanya.

Ia mengaku telah mengirimkan surat resmi bernomor 005/8737/102.4/2021 yang meminta kesediaan direktur RS tersebut agar bersedia memberikan perawatan dan layanan kepada pasien Covid-19 yang dirujuk dari Madura.

Baca Juga: Gudang Milik Dinkes Tulungagung Terbakar, Ini Penyebabnya

Herlin mengatakan, Surabaya dipilih lantaran jaraknya yang dekat dengan Bangkalan. Selain itu, Bed Occupancy Rate (BOR) RS di Surabaya juga masih relatif rendah.

"Kondisi (BOR) Surabaya relatif bagus sebetulnya. Tapi kita harus menyiapkan menerima (pasien) Bangkalan ini," tandasnya.

Diketahui,  RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu tutup alias lockdown hingga 8 Juni 2021 akibat meningkatnya kasus pasien Covid-19.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.